Malam itu, suasana kamar anak-anak terasa begitu tenang. Lampu tidur berbentuk bulan sabit memancarkan cahaya lembut ke seluruh ruangan, menyinari dinding-dinding yang penuh gambar awan dan bintang. Alula duduk di tengah ranjang, dengan Alisa bersandar di lengannya dan Arkanza meringkuk di sisi lainnya. Buku dongeng bergambar tentang “Kuda Poni dan Pelangi Ajaib” terbuka di pangkuannya, sementara suaranya terdengar lembut dan penuh imajinasi. “...dan akhirnya, si kuda poni pun menemukan pelangi yang ia cari, bersama sahabat barunya. Mereka terbang bersama ke negeri awan, membawa cahaya untuk dunia yang sedang gelap...” Alisa yang sudah mulai mengantuk bergumam pelan, “Mama, kuda poni itu mirip pelukanku... hangat banget.” Alula tersenyum, mencium kening putrinya. “Iya, sayang. Mama jug

