Part 4

528 Kata
"Lastri ... Kamu darimana saja? Suamimu itu loooh kecelakaan dan sekarang dirawat di RS. Dia kecelakaan gara-gara nyariin kamuuuu. Cepetan sana kamu susul dia kerumah sakit di kota B, tadi dia dirujuk kesana karena tulang rusuknya patah. Sekalian kamu bawakan baju ganti suamimu. Anakmu biar disini saja sama simbah. Kamu siap-siap sekarang untuk nyusul suamimu yaaaaa". Celoteh bu Atun ketika melihat Lastri yang baru pulang kerumah entah darimana, anaknya ditinggal pergi dirumah sendirian, bocah perempuan umut 5 tahun ditinggalkan pergi oleh ibunya dan sampai sore baru pulang. Gadis kecil itu menunggu ibunya di pos ronda, hari sudah mulai gelap, dia tidak berani masuk rumah karena takut dirumah sendirian sememtara ayahnya sedang bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Ketika pulang kerja dia mendapati anak gadisnya sedang termenung sambil menunggu ibunya, hatinya meradang, kenapa Lastri tega meninggalkan anaknya sendirian sampai sore begini dan belum juga pulang? Kemana dia perginya dan sama siapa sampai lupa kalau dia punya anak dirumah yang ditinggal sendirian. Setelah menghampiri dan mengajak anaknya masuk kerumah Arif membersihkan diri dan menemani anaknya nonton tv, tapi istrinya belum juga pulang dan tak bisa dihubungi, pikirannya kalut kemudian dia beranjak dari duduknya dan pergi kekamar untuk mengambil jaket kulitnya. Dia berniat menyusul istrinya Lastri dan dia mengajak anaknya serta bersamanya menuju kerumah orangtua Arif untuk menitipkan putri semata wayangnya itu. Tok tok tok" assalamu 'alaikum " Terdengar sahutan dari dalam menjawab salam Arif,wa' alaikum salam ... tunggu sebentar" Terdengar langkah kaki mendekati pintu dan membukanya, mucullah wanita paruh baya dengan perawakan gendut dari balik pintu, ya ...dialah ibu Atun ibunya Arif. Dia sempet kaget melihat putranya berpakaian rapi dan menggandeng cucunya yang hanya mengenakan baju tidur hello kitty kesayangannya. "Maaf bu menggangu istirahat ibu, saya mau menitipkan Zaina sama ibu sebentar soalnya saya mau cari istri saya, dihubungi tidak bisa hapenya tidak aktif, hari sudah mulai gelap saya khawatir terjadi sesuatu yang tidak baik padanya. " "Lah memangnya istrimu itu tidak pamit sama kamu mau pergi kemana? Kok sampai sore begini belum pulang juga, sudah gitu si zaina ditinggal sendirian dirumah apa ndak kasian sama anaknya? " "Tadi saya tanya zaina, kemana ibu perginya? Katazaina dia pamit mau kerumah temannya sebentar saja, makanya saya mau susul dia kesana bu, nitip zaina yaaa tolong dijagain nanti saya kesini lagi untuk menjemputnya" "Oh gitu, yasudah sana susul istrimu itu yang kerjanya suka keluyuran sendiri tanpa peduli sama anaknya. Hati-hatidijalan jangan ngebut ya ....! " "Pamit bu, assalamualaikum. " Arif berpamitan sama ibunya, dia bergegas naik motor dan pergi mencari istri yang sangat dicintainya. Hatinya tidak tenang dan gelisah sehingga memecah konsentrasinya hingga menyebabkan kecelakaan itu terjadi. Gubrak .... Benturan keras itupun terjadi begitu cepat dan Arif terlempar dari sepda motornya . Motornya ditabrak dari belakang oleh sepeda motor juga, karena dia sedang kalut pikirannya hingga kurang konsentrasi saat mengendarai motor dan tak bisa menjaga keseimbangan saat motornya oleng.Penumpang motor yang menabraknya pun ikut roboh, laki-laki itu mengalami luka lecet dan tidak parah. Warga yang mndengar suara benturan keras itu segera mendatangi tempat kejadian perkara, mereka mendapati korban yang terlempar dari motornya dan terjatuh ke aspal diseberang jalan, Arif tak sadarkan diri, darah segar mengucur dari pelipisnya. Warga segera melarikan kerumah sakit terdekat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN