Sekolah benar-benar terasa berbeda sekarang. Kejadian kemarin benar-benar merubah suasana sekolah. Begitu juga dengan ruang kelas Abby. Atmosfer di dalam ruangan benar-benar kacau. Mereka sangat tegang dan takut saat melihat gadis kesayangan ketua OSIS itu. Apalagi setelah apa yang dilakukan Fian kemarin. Mereka jadi enggan menyapa. Jika kalian bertanya apakah Fiona pindah? Jawabannya tidak. Kenapa? Ini salah satu bentuk pembalasan Fian. Tidak secara fisik saja, Fian juga akan membuat Fiona merasakan siksaan batin. Laki-laki itu membuat Fiona tidak akan pernah bisa keluar dari sekolah. Ia ingin membuat gadis itu tersiksa. Ini balasan yang pantas untuknya karena telah membuat kesayangannya menangis begitu banyak. “A-Abby.” Mata Abby beralih dari novel saat ada yang memanggilnya. Ia me

