Chapter 18

1357 Kata

Seorang gadis tengah menunduk lesu menatap buku tulisnya. Saat ini gadis itu tengah duduk di bawah pohon rindang di taman belakang sekolah. Mulutnya mencebik kesal melihat deretan soal di bukunya. Tangannya meraih ponsel dan meletakkannya dibelakang telinga setelah menekan sebuah nomor. Tangannya yang satu lagi meraih beberapa rerumputan di sekitarnya. Rasanya ingin sekali merobek buku tulis s****n itu. “Fian,” rengeknya saat panggilannya tersambung. “Kenapa cantikku?” “Fisika.” Terdengar suara tertawa diseberang sana. Gadis itu menggembungkan pipi mendengar tawa kekasihnya itu. “Kamu di taman? Tunggu sebentar aku kesana.” Panggilan itu mati. Abby yang memutuskannya. Kakinya ia selonjorkan ke depan dengan badan bersandar ke batang pohon. “Abby.” Sebuah suara membuat Abby mendongak m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN