Ruang rawat Abby kini ramai. Teman sekelasnya menjenguk ke rumah sakit. Mungkin sekitar sepuluh orang. Meski tidak semuanya, tapi Abby merasa senang. Ia terharu karena temannya datang menjenguknya. Padahal sikapnya kurang baik beberapa waktu lalu. “Gimana keadaan lo sekarang? Fiona sudah dikeluarkan oleh pihak sekolah,” ujar ketua kelas Abby. Dia terlihat lebih akrab pada Abby dibandingkan yang lainnya. “Sudah lebih baik. Terima kasih kalian sudah datang menjenguk.” “Kita teman kan? Err.. lo nggak keberatan?” tanya seseorang. Abby tidak begitu kenal dengan teman sekelasnya, ia tidak tahu nama gadis yang bertanya barusan. Gadis itu nampak kikuk sambil mengusap tenguknya. Ia takut salah bicara dan menyinggung gadis kesayangan Ketos ini. Apalagi si Ketos mengawasi dari sofa. “Gue nggak

