“Ayah,” ucap Abby seraya memeluk ayahnya. Gadis itu sangat merindukan kedua orang tuanya yang pergi untuk urusan bisnis. Airmatanya perlahan mengalir, ia bahagia bertemu orang tuanya. “Bunda kelihatan lebih kurus sekarang. Bunda sehat?” Tubuh mungilnya kini berpindah memeluk sang ibu. Ia bisa merasakan ibunya yang sedikit mengurus. “Bunda sehat lovely, how are you?” “I’m fine. I miss you.” Abby kembali menangis karena bahagia. Tiba-tiba kepalanya berdenyut nyeri. Pusing sekali. Pandangannya mengabur hingga kegelapan melingkupinya. “Lovely? Hei.. Astaga!!” pekik sang ayah karena terkejut melihat putrinya pingsan. “Dokter Rey, tolong ke rumah saya sekarang.” “Eughh,” erang Abby saat merasakan nyeri di kepalanya. Perlahan ia membuka matanya dan mengerjabkannya pelan menyesuaikan denga

