Rapat Guru

956 Kata
Krriinggg.... Bel tanda istirahat selesai pun berbunyi, semua murid mulai bergegas ke kelas. " Buset, cepet amat nih bel bunyi. Perasaan aku baru aja nyampek ke kelas. malah belum sempet jajan lagi " Ucap Rika sambil mengelus - elus perutnya " Yaelah. bukan belnya yang kecepetan bunyi.. situ yang kelamaan di toilet. Lagian sakit banget ya perut kamu sampe lama banget di toilet? " " Iya.. sakit banget.. sangking sakitnya butuh berpikir juga " Sergap Rika langsung jawab pertanyaan Indra, walau yang bener cuma berpikir aja. " Iiis.. jorok banget sih. Tinggal keluarin aja sambil mikir - mikir " " Iiih terserah aku dong " Engga terasa obrolan mereka sampai ke titik dimana pak Dimas sudah melangkah masuk ke kelas IPA 1. " Siang anak - anak " " Siang pak " Jawab segerombolan anak IPA 1 " Jam pelajaran ini tinggal tersisa 2 jam lagi sebelum pulang. Bapak ada rapat di RRPG " " RRPG apa pak? " tanya salah seorang murid IPA 1 " RRPG itu singkatan dari 'ruang rapat para guru' letak ruangannya di bawah deket gudang, nahh.. selama bapak ada rapat kalian lanjutkan tugas yang bapak kasi tadi, jika ada pertanyaan dari soal yang tidak dimengerti, di isi saja dulu semampu kalian. Karena, besok kita akan koreksi bareng - bareng tugasnya " " Baik pak " Jawab anak IPA 1 " Oia.. Rika, gimana perut kamu masih sakit? " tanya pak Dimas " hah?.. I-iiya pak udah engga sakit lagi pak " " Alhamdulillah kalau tidak sakit lagi " " I-iya pak " " Rika, pulang nanti kamu pergi ke kantor saya, ya " " Hah?..I-iya pak " pergi ke ruang pak Dimas? ngapain? " Ok semuanya.. Jangan berisik ya bapak pergi dulu " " Siap pak.. " Jawab semangat anak IPA 1 ... ' Kenapa pak Dimas nyuruh aku ke kantor nya ya? apa jangan-jangan ' Batin Rika Plakkk.. " Buset.. sakit woii.. kenapa jidat ku di pukul? kenceng lagi. Dendam kamu ya sama aku gara-gara sering aku tabok?! " sambil mengelus jidatnya yang habis dikasih cap oleh tangan Indra " Lah lah.. mikirnya negatif langsung. Dendam dari mana, aku tuh dari tadi udah manggilin kamu, kamunya dari tadi bengong. Ya kupukul aja jidatmu. Niatnya pelan, tapi kelepasann dehh. hehehe.. " sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Emang kenapa sih dari tadi manggil-manggil " " Aku cuma mau ngajak kerjain bareng tugasnya " " Tugas? Tadi pas aku ngga masuk kelas ada di kasih tugas ya? " " Iyalah.. makanya pak Dimas nyuruh kita ngelanjutin tugas yang tadi " " Buset.. banyak ngga tugasnya? " " Engga banyak sih, cuma 25 soal essay aja " " palakmu ngga banyak, banyak tuh soal essay pula " " Hehehe.. " " kamu dah siap ya essay-nya? " " Mmmm.. tinggal 4 soal lagi sih " sambil mengecek isi bukunya " Wisss boleh dong ya? " ucap Rika sambil mengangkat kedua alisnya dan tersenyum " Ya deh ya deh boleh.. tapi 4 soalnya lagi kamu ya yang cari " " Siipp Bos.." Sudah 2 jam berlalu, tugas yang dikerjakan anak IPA 1 pun sudah selesai mereka kerjakan. Trriiiinggg.. Bel pulang sekolah pun berbunyi, semua siswa dan siswi memasukan buku dan alat tulis mereka ke tas, dan pulang menuju rumah masing-masing. " Rik ayo pulang " ajak Indra " Kamu duluan deh ndra, aku kan harus ke ruang pak Dimas dulu " " Oia.. aku lupa. Ya udah aku pulang duluan ya Rik. Byby " ucap Indra sambil melambai tangan dan berjalan keluar kelas. " By.. " Jawab Rika sambil melambai juga ke Indra Rika pun bergegas menuju ruang pak Dimas, sesampai di depan ruangannya. Rika melihat pak Dimas sudah mau mengunci pintu kantor. " Eeh Rika " Kaget melihat Rika yang sedari tadi di belakang Dimas " Maaf pak, saya telat ya pak? " " Engga.. kamu ngga telat kok. Ini bapak juga baru selesai rapat " " Tapi bapak udah mau pulang? " " Iya ini bapak mau pulang " " Terus, kenapa bapak nyuruh saya ke ruangan bapak? " " Emm..itu.. " " Ya? " " Mmm.. bapak cuma pengen ngajak kamu pulang bareng " " Eeh? Pulang bareng? " " Iyaa " ' Aduh jantung ku.. kenapa aku deg degan ya? padahal cuma diajak pulang bareng. ' Batin Rika " Mmm.. engga usah pak, rumah saya kan engga jauh dari sekolah. Jadi saya bisa jalan kaki ke rumah " " Engga papa kok, saya lagi pengen bareng kamu pulangnya" " Lagi pula beberapa hari lagi kita bakalan sering pulang bareng, jangan kan pulang bareng kita bakal pergi ke sekolah bareng-bareng " Pak Dimas mendekati telinga Rika dan membisikkannya ' Hah? pergi pulang bareng-bareng? Astagfirullah.. aku lupa 5 hari lagi aku bakal nikah sama pak Dimas. ' " Rika.. wajah kamu kok merah? kamu sakit ya? " " E-enggak kok pak " Tanpa sadar wajah pak Dimas sudah ada di hadapan Rika. Rika pun terkejut dan berusaha menjauh dari pak Dimas supaya jarak diantara mereka tidak sedekat tadi. Tapi tak terduga, ketika Rika ingin menjauh tangan pak Dimas langsung sigap memegang pinggang Rika. Supaya Rika engga bisa coba-coba menjauh. Rika berusaha untuk melepas pegangan pak Dimas dengan cara memegang d**a pak Dimas dan mendorongnya. Tapi usaha itu sia-sia. " Kenapa? engga bisa lepas ya? " Ucap pak Dimas sambil tersenyum " Pak.. tolong lepas pak, gimana kalau ditengok orang pak, apa yang akan mereka pikirkan kalau melihat kita seperti ini " " Kalau kamu mau saya lepas, kamu harus mau pulang bareng saya " " I-iiya pak, saya mau pulang bareng bapak.. jadi saya mohon lepaskan saya pak " " Nah gitu dong, kalau kamu bilang mau dari tadi kan saya ngga perlu pakai cara ini " " I-iiya pak "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN