Sakit Perut

1000 Kata
" Aduh Rika.. fokus fokus harus fokus... pelajaran udah mau dimulai. Fokus sama pelajaran aja ngga usah mikir hal lain Rikk.." sambil memukul bagian kepala sampingnya dengan kepalan tangannya " Rika... " " Rika Risnani " panggil pak dimas " Woy Rika kamu kenapa sih " sambil menepuk bahu Rika " Hah.. kenapa? " ucap Rika polos " Aduhh.. kamu dipanggil pak Dimas dari tadi " ucap Indra sambil menepuk jidatnya " Hah.. Iya pak? " Langsung menoleh kearah pak Dimas " Rika kamu kenapa? kenapa kamu mukulin kepala kamu sendiri? " tanya pak Dimas sambil khawatir ples penasaran dengan tingkah aneh Rika " Eee..itu..ituu p..pperut saya sakit pak, iyya perut saya sakit " sambil memegang perut dan mengeluarkan senyum nyengirnya " Saya izin toilet dulu ya pak " ancang - ancang berdiri " Ya sudah.. silahkan " " Sakit perut..? " ( ucap Indra dalam hati ) Setelah Rika keluar dari kelas, berjalan hingga melewati 2 kelas dan 1 perpustakaan. Tiba didepan toilet, Rika hanya mondar - mandir di depan toilet. Memikirkan kejadian di dalam kelas yang betul - betul diluar nalar Rika, hingga siswa siswi yang melewati jalan itu heran dengan tingkah Rika, Rika pun mau tidak mau masuk kedalam toilet dan memikirkan lanjutan kejadian tadi. " Aiisshhh.. " sambil mengacak - acak rambutnya dengan kedua tanganya " Kenapa..kenapa.. yaampuunnn " tidak lupa juga kedua tangannya mengusap wajah yang tampak frustasi. " Kan udah dibilang dari tadi jangan mikir yang aneh - aneh Rik.., trus ini tangan kenapa sih pakek mukul - mukul kepala segala, jadi ngawur kan jawabannya. Pasti mereka aneh liat aku apa lagi pak Dimas.. aduhh malu banget, mau ditarok dimana muka kuu" melanjutkan mengacak rambutnya hingga tak terbentuk lagi, malah seperti rumput liar " Mereka pasti lagi ngomongin aku sekarang , eehh si Rika itu aneh ya masa kepalanya yang dipukul malah perutnya yang sakit " ucap Rika sambil ngomel - ngomel sendiri. Sudah sekian lama Rika berada di toilet dan melakukan konsernya sendiri, tak terasa bel pun berbunyi tanda istarahat pertama. " Woyyy yang di toilet keluar napa perut gua sakit nihh udah ngga nahan lagi.. woyy.." ucap seorang siswi sambil menggedor gedorkan pintu " Ehh iya.. kenapa ? " sambil membuka pintu dengan polosnya " Gua mau tidur.. ya mau BAB lahh, kenapa pakek nanyak sih, lo abis konser apa sih ditoilet ampe rambut lo menggumpal gitu, aduuh..sana minggir udah ngga nahan nih" jawab siswi itu sambil menggeser badan Rika keluar dari toilet " Kenapa ngga nyari toilet lain aja sih, kenapa harus toilet ini? kayak ngga ada toilet lain aja " ucap Rika sambil merapikan rambut nya " Toilet lain penuh.. ngga mungkin gua ngantri lama di sana, bisa - bisa keluar duluan nih isi perut gua. Eeehh pindah kesini malah ngantrinya lebih lama padahal yang ditoilet cuma lo, ya gua gedor - gedor lah " " Di toilet lain penuh? emang ada apaan kok penuh? " tanya Rika penasaran " Aduuhh.. ini kan udah istirahat wajar aja penuh, bego amat si loh kayak ngga pernah dengar toilet penuh aja " " APAA.. ISTIRAHAT..!? " teriak Rika " Woii bising.. bisa - bisa pecah gendang telingaku nih, ngga denger bunyi bel apa? " " Ya ampun.. aku duluan ya.." " Iya.. " Rika pun berlari keluar dari toilet dan menuju ke kelasnya. Sampai dikelas, Rika datang dengan membawa napas yang terengah - engah. Rika melihat semua murid kelas X IPA 1 sudah melakukan aktivitas masing - masing mereka, seperti makan, bergosip, tidur, dan baca novel / komik. Rika berjalan kearah bangkunya dengan badan seperti ngga kuat untuk berdiri. " Rika, kok kamu lama banget ditoiletnya. Seberapa sakit sih perutmu? kamu mau ke UKS ngga? biar aku anterin kamu, kamu istirahat aja di UKS dulu " tanya Indra dengan wajah khawatir " Aaku ngga papa kok, perut ku udah ngga sakit lagi " jawab Rika sambil nyengir " Syukur deh kalo udah ngga papa " "Rika.. kamu kok bisa sih sakit perut, padahal tadi baek - baek aja. trus pas kamu baru mukul - mukul kepala kamu, kamu bilang perut kamu sakit. Emang bisa nyalur ya dari kepala turun ke perut ? " "Iisshh.. kenapa jadi kayak lagu sih, dari mata turun ke hati. Lagi pula ngga ada hubungannya kali sakit perut sama abis mukul kepala " " ya kali kan pas kamu mukul kepala, yang sakit seharusnya dikepala malah pindah keperut " " Aduh.. ya ngga lah Indra, kamu kok malah makin bego sih. Kenapa? pelajaran tadi susah ya, ampe otak kamu itu udah ngga bisa nampung lagi " ucap Rika sambil tertawa " Ya ampun ngga lah Rikk, gini - gini otakku diatas kamu tauu " jawab sambil membanggakan diri " Nah mulaikannn, ngajak ribut? " bersiap untuk meninju kepala Indra " Eeehh..maaf maaf, jangan.. jangan dipukul..damai ya kita damai, please " Indra pun menutupi kepalanya dengan kedua tanganya " Kamu mau kita damai? " " Iya dong, kita ngga boleh berantem. Nanti bisa - bisa kepalaku hancur kamu buat " masih melindungi kepalanya " kamu... harus traktir aku bubble selama 5 hari... " Rika mengacungkan 5 jarinya sambil menderetkan giginya . " Buset 5 hari.. yang bener aja. Pemerasan ini.. wah wah wah " ucap Indra sambil menggelengkan kepalanya. " Ya udah kalo kamu ngga mau ya ngga papa, yang rugi kan bukan aku " " Ya emang iyalah, mau ngga maunya aku tetap kamu ngga rugi yang rugi aku " " Ya iyalah masa ngga " " Nego lah, ya? masa 5 hari sih, bisa - bisa uang jajan untuk setengah bulan, habis buat traktir kamu beli bubble drink " " Kalo gitu 4 hari " nego Rika " Jangan.. gimana kalo 3 hari? yah yah 3 hari ya? ples di 3 hari itu aku ngga akan coba - coba bikin kamu kesel? " " Mmm.. Deal.. pegang kata - kata kamu dan jangan ingkari " " Siap bos jadi mulai kapan aku traktir kamu? " " Mulai.. besokk... " ucap Rika sambil mengeluarkan deretan giginya sangking senangnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN