Batinku

832 Kata
Dalam perjalanan menuju kelas, hatiku sudah ngga karuan memikirkan apa yang akan kakakku dan pak Dimas bicarakan dalam kantor. Apakah mereka membicarakan aku? Plakkk.. "Iss Rika ngapain sih kamu mikirin itu, yang ada nantinya kalo aku ketemu pak Dimas, aku bisa grogi stengah mati ngga kuat nahan nih detak jantung" "ini kok detak jantung kenceng amat sih, sampai kedengeran jedug-jedug" tangan kanan mengelus pipi yang ditamparnya, dan tangan kiri memegang d**a yang jedug-jedug. "Rikaaa.." (sambil melambaikan tangan) Seseorang memanggil Rika, Rika pun berbalik. "Haiii" (membalas lambaian sekalian melepas yang di pipi dan di d**a) Orang tersebut menghampiri dan menjajarkan posisinya di samping Rika, sambil melanjutkan perjalanan menuju kelas. "Huff..untung aja, kukira aku telat, ternyata belom" sambil mengelus d**a. "Belum kok.. bentar lagi paling masuknya" Krrrriiiiiiingg. "Eeeh Panjang umur tuh bel, udah bunyi aja" ucap Rika sambil menunjuk arah suara berbunyi. "hahaha, belnya mendengar suara panggilan kamu, makanya bunyi" "Apaan sih, ada - ada aja deh" Merekapun masuk ke kelas, dan menduduki tempat duduk masing - masing. "Memang ya kita ini, udah duduk berdua datangnya berdua lagi, apakah ini takdir" sambil melirik Rika dan tersenyum "Ealahh Indra Indra cuma kebetulan kaliii" jawabku sambil tersenyum jail "Iss Rika nih jahat, siapa tau tuhan sudah memberikan petunjuk buat kita" sambil melihat keatas dan terlihat seperti sedang berdoa dan mengharapkan "Nih petunjuk" Pletakk.. "Aduhh.. sakittt Riiikk..kok aku di pikul sih" sambil memegang kepala "Nah mulai keliatan begonya, dipukul Indra bukan dipikul. Mau kenak yang sebelahnya lagi ya tuh kepala, biar makin bego" bersiaga mengepalkan tangan "Eeeehhh jangan - jangan" melindungi kepala menggunakan kedua tangannya "Makanya jangan bikin aku kesel" "Ealah Riikk, kan aku cuma ngomong gitu doang, masa kenak geplak sih" "Yaiyalah, kita tuh masih smk, baru kelas 10 lagi, masa udah mikir sampe situ, Fokus aja tuh sama pelajaran, jangan mikir hal lain" "siap bu guru, saya tidak akan melakukan itu lagi" sambil memberi tanda hormat ke Rika "Nah... gitu dong" Tersenyum bangga Setelah selesai mengobrol, merekapun melakukan aktivitas mereka sendiri, sambil menunggu pak guru untuk datang ke kelas dan mengajar. 30 menit kemudian "Aduuhh Riikk..kok bapaknya lama datang ya?" sambil menaruh keningnya di meja "Mmm..mungkin bapaknya sibuk jadi telat datang" mulai memikirkan apa yang sudah para pria dewasa itu bicarakan. 'Enggak, jangan dipikirin lagi Rik, makin ngga bisa terkontrol nih jedug jedugnya, lupain.. jangan dipikirin terus' sambil menggeleng - gelengkan kepala dan mengelus - elus d**a. Brugg.. (Rika menghempaskan kepalanya ke meja) "Eeeehh busett ayamm..behhh kukira apa Rik Rik suara kenceng gitu, ngga sakit apa tuh kepala" sambil menegakkan badan dan mengelus d**a karna terkejut "Biarin aja, yang sakit kan kepalaku bukan kepalamu" "Iiihh kok gitu sihh, lagi Pms ya? Bentar - bentar marah, terus nggak nyampek 5 menit tiba - tiba sok bijak, cewek emang gitu ya" "kepalamu mau kenak cium lagi ya sama kepalan tanganku, hah?" sudah menyiapkan genggaman tangan serta hati yang menahan rasa geram terhadap Indra. "Eeeehh jangan - jangan..jangan dipikul lagi dong Rik, mending kamu cium aku beneran aja, nih" sambil menunjukkan pipinya "Nihh aku ciumm" "Aaauuuu..aiiissshh kok malah di kue cubit sih Rik, sakit tau. Pipi aku kan jadi merah sebelah" sambil mengelus pipinya yang kena cubitan Rika. "Mau aku merahin lagi ngga, biar sama - sama merah tuh pipi, kayak bakpau" tersenyum jahil, dan mengulurkan tangannya siap untuk mencubit pipi Indra lagi. "Iiis jangaann" sambil menutup kedua pipinya dengan kedua tangannya "Kamu mah mirip psikopat jadinya, aku jadi takut" Ucap Indra sambil mengeluarkan ekspresi ketakutan "Biarinn..bleee" balas Rika menjulurkan lidahnya "Weee pak guru datangg" teriak salah satu murid, yang sedang mengintip kearah luar. Semua murid anak kelas X IPA 1, spontan mengarah kesuara yang dituju, termasuk Rika dan Indra, perdebatan merekapun selesai sampai disitu. Karna mengetahui pak guru datang, sebagian anak yang lagi berdiri, berjalan - jalan ke meja satu sampai ke meja lainnya, dan kumpul - kumpul seperti bergosip, mulai bergerumun mencari tempat duduk masing - masing. "Assalamualaikum... selamat pagi.." Ucap pak Dimas sambil memasuki kelas "Wa'alaikum salam pak, pagi.." jawab seluruh murid X IPA 1 "Loh kok hening disini, sebelum masuk kesini bapak mendengar suara berisik di kelas ini, kok sepi ya?" Ucap pak Dimas sambil terheran dengan tingkah murid - muridnya "Cuma perasaan bapak aja kali, dari tadi kami diem aja nungguin bapak masuk, iyakan?" Ucap salah satu murid di kelas X IPA 1. "Iya betul pakk" Seru sebagian murid "Hmm.. kalian ini ada - ada saja" sambil tersenyum dan menggeleng Di kesempatan ini, pak Dimas mencuri -curi pandang kearah Rika, yang sedari tadi Rika mulai salah tingkah dengan keberadaan pak Dimas. Pak Dimas pun tersenyum kearah Rika. "Aaaa pak Dimas senyum ke gue" teriak salah satu perempuan yang ada di belakang Rika. "Iiihh bapaknya itu senyum ke aku tauu, ngga usahh kegeeran deh jadi cewekk" Ucap sinis kawan semeja dari perempuan yang kegeeran itu "Iss apasihh" jawab sinis perempuan yang dikatain kegeeran itu 'kalian berdua yang kegeeran tau, bapaknya itu senyum ke aku' 'Aduuhh sumpah, ini jantung ngga bisa di ajak konfromi apa' Ucap Rika dalam hati sambil memegang dadanya yang jedug jedug
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN