Empat Puluh Lima

1342 Kata

“Dicka zheyeng, bangun yuk ah. Katanya mau jalan-jalan.” “Eeuummmm… 30 menit lagi sayang.” “Lah, nawarnya nggak kira-kira yak. Orang nawar mah wajarnya 5 menit, lah ini sampe 30 menit. Ayo bangun dong sayang, atau aku ngambek lagi nih.” “Ya ya ya sayang. Ngancemnya selalu gitu ih. Iya ini bangun.” “Buruan mandi sana!!!” “Bentar sayang, biar ngumpul dulu nyawa aku.” “MANDEEEEEE!!!” Teriak Fiona. “Iya sayang iya. Galak bener dah istriku. Untung sayang.” Dicka pun beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Sedangkan Fiona yang sudah siap dan rapi keluar dari kamar dan menuju ke meja makan. Disana sudah ada mama Rani dan papa Andra. “Selamat pagi mama, papa.” Sapa Fiona. “Selamat pagi sayang. Dimana suami kamu?” “Masih mandi ma.” “Fiona, apa benar kamu sedang hamil sekara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN