Malam ini Dicka dan Fiona telah sampai di rumah mereka. Tentu saja dengan mengendarai kendaraan mereka masing-masing. Karena memang mereka berangkatnya tak bersama. Dicka dan Fiona sudah berada di kamar. Ssetelah kejadian di acara pentas seni tadi, suasana mereka saat ini malah menjadi canggung. Mereka masih berbaring di tempat tidur mereka masing-masing. Fiona berbaring terlentang mata menatap langit-langit, namun angan-angan yang entah melayang kemana. Begitu pula dengan Dicka. Mereka saling diam dengan pikiran masing-masing. “Fiona…” Panggil Dicka membuka suara memecahkan keheningan. “Hemmm…” “Apa gue boleh tidur dengan lo?” “Hah? Nggak usah macem-macem ya. Memang benar kita udah saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Tapi itu bukan berarti gue udah siap buat melakukan itu.”

