Beberapa hari setelah kelulusan Dicka, papih Devan menyuruh Dicka untuk memimpin salah satu cabang perusahaan miliknya. Semua pegawai juga meneima kehadiran Dicka dengan baik. Papih Devan sudah berpesan kepada Dicka, meskipun perusahaan itu milik papihnya, namun Dicka tak boleh bermalas-malasan, apalagi bertindak semaunya. Ia harus tetap menjadi contoh dan sebagai panutan untuk karyawan-karyawan yang lainnya. Hari ini adalah hari kesepuluh ia bekerja. Pagi ini Dicka sudah rapi dengan setelan jasnya. Dicka dan Fiona sedang menikmati sarapan bersama. “Gimana kerjaan lo? Gimana dengan karyawan-karyawan yang ada disana?” “Sejauh ini masih lancar. Mereka semua baik mereka welcome sama gue. Mereka menghormati gue meskipun gue baru. Tapi ada satu hal yang ngebuat gue betah berada di kantor.”

