Yasmin baru saja keluar dari ruang ICU. Ia duduk lemas dibangku depan, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Dingin. Hatinya, tubuhnya, semua terasa sedingin sembilu. Ia memejamkan mata, menahan obak air mata yang ingin menerjang pertahanan. Telinganya samar-samar mendengar langkah seseorang, kian lama kian dekat. Yasmin membuka mata dan bola matanya kian melebar ketika mendapati Azka sedang berdiri menatapnya lekat. Laki-laki itu melepas jaket dan menutup tubuh Yasmin tanpa izin. Dia mendudukkan dirinya tepat di samping Yasmin. Saat itu pula hati Yasmin terasa menghangat seperti teraliri daya listrik berwatt-watt. Hening tanpa suara. Hanya deru napas masing-masing yang terdengar. Ini sudah hari ketiga, berapa lama lagi Salwa akan tertidur? Tidakkah dia rindu anak-anak di sakinah.

