Bab 1 Masa Masa SMA
Pagi ini begitu cerah, dimana murid baru mulai masuk. Setelah banyak perjuangan dan ujian-ujian untuk bisa masuk kejenjang SMA.
Aku seorang remaja lulusan SMP Negeri ternama di kotaku. Aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Aku sebenarnya memiliki kemampuan yang lumayan di bidang akademik. Hah namun karena di SMP favourite aku merasa kurang percaya diri ya karena didalamnya kalangan elit akhirnya aku mengalami penurunan di ujian akhirku. Tentunya aku tidak bisa melanjutkan ke SMA favourite.
Dengan derai air mata yang tak henti dari pelupuk mataku karena takut tidak masuk disekolah pilihan terakhir ku menanti pengumuman didepan sekolah SMA yang aku tuju. Beruntunglah aku masih bisa masuk di sekolah pilihan terakhirku.
Nah, siapa sangka ketika aku disekolah SMA yang merupakan pilihan terakhir kala itu, prestasiku mulai berkembang kembali. Banyak kemampuan-kemampuan terpendamku di SMP sekarang mulai muncul kembali. Kelas X aku bisa meraih juara 3, kelas 11 aku bisa masuk jurusan gavourite, dan menakjubkan kelas XII aku mendapat nilai ijazah begitu tinggi dengan rata-rata 9,5.
Banyak pengalaman yang kudapat, mulai dari menulis artikel, puisi dan cerpen untuk dikirim ke majalah sekolah. Dengan keberhasilan dan nilai yang memuaskan di jenjang SMA semua itu tak lepas dari usaha dan restu kedua orang tuaku.
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, aku terlatih untuk berfikir dewasa daripada teman-teman sebayaku. Selama duduk dibangku SMA aku tidak hanya sekolah saja, namun aku juga aktif mengikuti ekstrakulikuler dan ikut mendampingi ektra kurikuler di sekolah tingkat dasar. Cukup banyak sekolah yang kupegang saat itu, kurang lebih 6 sekolah dasar. Aku membagi waktu sebaik mungkin, hamper setiap sore aku harus melatih anak anak tingkat dasar untuk ekstrakulikuler. Tak cukup itu sepulang dari melatih ekstrakulikuler ada kegiatan lain yang menunggu yaitu memberi bimbingan belajar untuk anak anak yang mengikuti bimbel di rumahku. Masa SMA ku isi dengan penuh kesibukan tanpa ada celah aku harus memikirkan cinta. Sampai tak terasa aku sudah menginjak kelas XII SMA, tak terasa masa-masa SMA tinggal satu tahun lagi. Terkadang aku merasa masa-masa SMA ku kurang sepuas seperti teman-teman karena memang orang tua ku termasuk orang yang protektif terhadap anaknya. Pernah suatu ketika teman-teman mengadakan camping ke sebuah tempat rekreasi mereka bersenang-senang disana, aku tidak diijinkan oleh orang tuaku. Karena berbagai alas an yang bias kuterima dengan akal sehatku. Sampai detik ini jiwa itu masih sangat melekat di diriku. Pribadi serius, dewasa dan penuh tanggung jawab.
Pengalaman hidup dan bimbingan orang tua memang mengajarkanku akan kedisiplinan, kedewasaan dan tanggung jawab. Begitu banyak manfaat yang kudapat dengan jiwa tersebut.
Ketika SMA kebanyakan anak bersuka cita dengan masa remajanya, namun aku asyik dengan duniaku sendiri yang begitu aku syukuri. Jangankan cinta memikirkan merawat diri dengan polesan demi menarik lawan jenis aja tidak terbesit dipikiranku.
Namun aku mulai kelabakan ketika tak terasa aku sudah berada dikelas akhir, karena banyak kegiatan membuatku tak begitu focus dalam pelajaran dan mempersiapkan ujian akhir. Dikelas akhir tersebut barulah aku mulai berfikir mencari modul untuk belajar dan mengikuti beberapa les privat untuk membantu aku mempersiapkan diri menempuh ujian. Dan alhasil semua berjalan sesuai keinginan dan harapan.
Semua itu berkat doa dan dukungan orang-orang terdekat terkusus ayah dan ibundaku tercinta.