Haris berhasil lolos dari penjagaan dengan teknik dribble yang menipu dan mempermalukan Noah, kemudian ia langsung melompat untuk memasukkan bola.
Tapi Haris sama sekali tak menyangka kalau Noah sudah menyusul dan melompat di waktu yang sama dengannya. Bola yang baru saja dilepaskan dari tangan Haris pun dipukul keras ke papan ring hingga menimbulkan suara benturan keras.
“Eri!” Noah memanggil nama bocah itu agar ia bersiap untuk merebut bola yang baru saja memantul keras dari papan ring.
Haris yang tembakannya baru saja digagalkan jelas tak mau tinggal diam. Ia menjaga Noah dengan ketat dan bertekad untuk tak akan membiarkan Noah mendapatkan passing dari Eri.
Namun satu hal yang tak disangka oleh kedua pemain Bima Sakti itu adalah kehebatan Eri dalam menggiring bola. Ia sangat lincah. Ditambah lagi tubuhnya yang kecil dan terus bergerak membuatnya seperti tikus yang tak bisa ditangkap.
Haris bahkan tak sempat bereaksi saat Eri mengecohnya hingga berhasil lewat dari bawah lengannya yang terangkat.
Bocah itu berhasil melewati Haris dan menyerahkan bola ke tangan Noah dari jarak dekat. Noah hanya perlu melakukan sekali dribble untuk masuk ke low post sebelum kemudian melompat dan memamerkan sebuah dunk keras; yang memang biasa ia lakukan untuk meruntuhkan mental lawan.
Double Pump[1]!
Kali ini sebuah dunk powerfull yang dimasukkan dengan posisi membelakangi ring.
Jika Noah tidak memposisikan kepalanya dengan benar saat melakukan dunk itu, bola bisa saja mengenai wajahnya di bawah ring.
Tapi untungnya, Noah sudah biasa melakukan back dunk ketika ia bersama Red Phantom. Karena dulu, back dunk adalah satu-satunya variasi dunk tersulit yang bisa ia lakukan.
Eri terperangah dengan mata yang melebar, menyaksikan dunk keras yang biasanya hanya pernah ia lihat melalui layar televisi.
“Eri! Defense!” Noah memperingatkannya bahwa dalam pertandingan setengah lapangan begini, tak ada waktu untuk jeda meski bola baru saja masuk. Karena selama bola belum keluar lapangan, maka pertandingan terus berlanjut hanya dengan membawa bola keluar dari garis tiga poin.
“Hahaha … mau sehebat apapun, poin yang dihasilkan dunk itu sama aja dengan jump shoot biasa,” ledek Samir saat ia menemukan posisi yang tepat untuk menembak.
Dan karena Eri dan Noah terlambat bereaksi, Samir berhasil memasukkan bola dengan jump shoot ringan. Skor pun berubah menjadi 1 – 1, seri.
Eri memungut bola yang memantul dari tembakan Samir barusan. Ia menggiring bola keluar garis 3 poin dan mengoper bola kepada Noah.
Haris berdiri di hadapan Noah untuk menghalanginya masuk ke bawah ring, sementara Samir berdiri di dekat Eri.
Tapi Noah punya rencana lain. Ia membuat gerakan seolah akan melakukan penetrasi ke bawah ring. Haris pun mengikuti gerakannya. Namun ternyata Noah tak jadi menusuk masuk dan malah mundur ke belakang garis 3 poin.
Tak ada yang mengira ia akan melakukan tembakan dari situ. Orang yang mempelajari statistik Noah akan tahu kalau presentasi keberhasilan 3 poin Noah termasuk rendah. Jadi kalau dia memutuskan menembak dari luar, artinya Noah sedang main untung-untungan.
Ditambah lagi rekannya saat ini adalah Eri. Tentu saja tubuh bocah itu tak akan bisa bersaing melawan Samir untuk memperebutkan rebound.
Benar saja. Bola yang ditembakkan Noah gagal, dan bola pun memantul di bibir ring. Tapi itu adalah pantulan yang keras. Karena sejak awal Noah memang mengincar pantulan yang keras itu.
Di saat Haris meremehkan tembakan 3 poin Noah dan mengira Samir pasti akan mendapatkan rebound, ia bahkan tak menyadari saat Noah melesat di sebelahnya lalu melompat di dekat garis free throw.
Bola memantul ke arah Noah seolah ia sudah memperkirakan arah pantulan bola itu saat melakukan tembakan 3 poin tadi.
Samir sudah melompat untuk merebut bola, tapi bola berhasil ditangkap Noah yang sudah berada di udara. Ia melompat cukup jauh dari ring dan ia tak ingin mendarat dengan bola yang masih berada di tangannya. Itu sebabnya satu-satunya pilihan yang dimiliki Noah adalah menargetkan ring dan melempar bola dari jauh, karena lompatannya tak akan sampai untuk melakukan From a Distance Dunk[2].
Zrank!
Bola melewati mulut ring dengan keras, bahkan memantul hingga jauh keluar lapangan.
“Itu Meteor Jam[3], kan?” gumam Yohan yang terkesima dari pinggir lapangan, menyaksikan pertunjukan Noah barusan.
“Itu kan susah banget,” Damar menimpali, “sambil lompat masih harus memperkirakan posisi ring, arah dan kekuatan lemparan bola. Kemungkinan gagalnya lebih besar karena bola dilempar kayak gitu, meleset sedikit aja bola malah akan terpental jauh dari ring,”
“Aku nggak nyangka bisa ngelihat Meteor Jam di tempat kayak gini.”
“Itu termasuk dunk juga? Kan dia nggak nyentuh ring.” Haris yang berdiri tak jauh dari dua seniornya itu mendengar perbincangan mereka dan memutuskan untuk nimbrung.
Di saat yang bersamaan, Eri sedang berlari ke ujung taman untuk mengambil bola yang memantul dan menggelinding jauh.
“Definisi dunk itu adalah menghujamkan bola ke dalam keranjang dari atas ring, jadi selama bola dimasukkan dengan keras dari posisi yang lebih tinggi dari ring, walaupun nggak nyentuh ring tetap aja disebut dunk,” terang Damar sambil mengamati Eri yang sudah berlari kembali ke lapangan dengan bola di tangannya.
Skor saat ini menjadi 2 – 1 untuk keunggulan tim Noah dan Eri.
Samir memberikan bola kepada Eri dari luar garis 3 poin dan Eri mengembalikannya. Itu adalah pertanda bahwa permainan dimulai kembali.
Kali ini Noah menjaga Haris dengan ketat. Haris sampai harus mundar-mandir berlari ke sana kemari, mencari celah agar bisa mendapatkan posisi baik untuk menerima bola dari Samir.
“Eri, ingat yang aku bilang tadi!” Setengah berteriak dan tanpa mengendurkan penjagaannya kepada Haris, Noah menyuruh Eri melakukan apa yang sebelumnya sudah ia ajarkan secara singkat.
.
___ ___ ___ ___ ___
[1] Double Pump adalah dunk yang dilakukan dengan cara melompat sambil mengangkat bola setinggi d.a.d.a atau kepala, lalu bola di dorong dengan cara memanjangkan lengan sampai ke bawah pinggang dan akhirnya bola diangkat kembali ke atas kepala untuk dibanting ke dalam ring dengan kedua tangan. Seperti gerakan angkat beban yang kemudian dibanting ke belakang, dan semua gerakan itu dilakukan dengan cepat saat berada di udara.
[2] From a Distance Dunk adalah jenis dunk yang dimulai dengan lompatan dari garis free throw.
[3] Meteor Jam atau Throw Down Dunk atau Superman Dunk, adalah dunk yang dilakukan seperti melempar bola baseball, tanpa menyentuh ring. Karena keunikannya, banyak yang tak tahu bahwa Meteor Jam juga termasuk dunk.