Pada kuarter terakhir pertandingan, Igris semakin terbiasa dengan perannya sebagai playmaker. Ia tak lagi ragu-ragu dan bertekad untuk terus menambah skor Cendana dengan memanfaatkan pencetak poin terbaiknya, Noah, orang yang akan selalu menangkap operan ‘nggak ngotak’ yang ia kirimkan. Igris selalu mengirimkan umpan gila kepada Noah di berbagai kesempatan yang ia dapatkan. Akibatnya, Noah menjadi dua kali lebih lelah dari biasanya. Beberapa kali Noah harus berlari mati-matian mengejar bola cepat yang dikirimkan Igris; bahkan orang yang melihatnya akan mengira bahwa Igris sebenarnya tak berniat memberikan umpan kepada Noah, melainkan lemparan yang dikirimkan Igris itu memang sengaja untuk membuang bola keluar. Tapi Noah tak bisa protes. Ia sendiri yang bilang kalau ia akan menangkap pa

