Pernadi mengendarai motornya ke rumah sakit di mana Cintya di rawat. Begitu tiba, ia memarkirkan motor dan langsung menghubungi Lira untuk mengetahui keadaan Cintya. "Bagaimana dengan Cintya, Lira?" Ia bertanya begitu tersambung. "Masih di IGD," "Gue sudah di parkiran menuju kesana." ujar Pernadi seraya berjalan kemudian mematikan ponselnya. Sejujurnya ia tak ingin berurusan dengan Cintya, terlebih ia belum lama bertengkar dengan Rindu karena perempuan itu. Tapi, Lira memintanya datang dengan suara panik. Cintya juga memanggil-manggil namanya dalam kedaan sekarat. Ia melangkah cepat ke IGD, disana Lira duduk menunggu di depan IGD. "Lira," sapanya seraya menghampiri, Lira yang sedang memainkan ponselnya menoleh. "Syukurlah lu datang, ." Lira merasa lega saat melihat Pernadi tiba.

