25

1396 Kata

- Maaf sebelumnya. ini untuk Bab sebelum bab kemarin ya - ada kesalahan Up, jadi urutannya baca ini dulu sebenarnya kak. maaf banget yaa... ❤❤ Pintu toilet otomatis terbuka kembali dengan bunyi halus. Toliet yang sebenarnya memiliki pintu otomatis saat hendak melakukannya. Tak seseram yang diributkan oelah wanita dengan rambut pirang itu. Dialta keluar dengan rambut sedikit basah, handuk kecil tersampir di bahunya. Tubuh atasnya terbuka, hanya celana kain hitam yang melekat rapi di pinggangnya. Memperlihatkan guratan otot yang bertato. Udara di dalam kamar terasa hangat, kontras dengan dingin Toronto di luar sana. Memang Dialta yang memasang AC tersebut dengan suhu hangat. Langkahnya terhenti tak jauh dari tempat tidur, saat mata gelapnya melihat Arsena sudah tertidur. Dengan posisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN