Playboy Cap Karet

1136 Kata
Malas melihat drama rumah tangga dari dua pria masa lalunya Risya memilih pergi meninggalkan kafe tersebut. Ya, wanita yang telah di labeli dengan wanita judes oleh Rega adalah Risya, atau lebih tepatnya Risya Rajendra. Anak seorang mantan jendral TNI yang memiliki sifat antipati terhadap laki-laki, apalagi laki-laki itu seperti Reno. Laki-laki yang ia beri gelar Playboy cap karet, juga laki-laki yang telah menorehkan luka pada hatinya pada masa lalunya itu. Hari ini mungkin adalah hari sial baginya, karena selain harus bertemu dan didekati oleh playboy cap karet itu, temannya juga tiba-tiba saja membatalkan janji untuk bertemu, membuat Risya begitu kesal karena harus menanggung kekesalan secara berlipat. Lihatlah laki-laki yang selalu merasa sempurna itu, tadi dirinya mencoba mendekatinya, sekarang laki-laki itu justru berkasih mesra dengan wanita cantik anak salah satu konglomerat indonesia. Terlintas dalam pikiran nya ingin membuat kekacauan dalam hubungan playboy cap karet itu, tapi ia kembali berpikir akan resiko yang nantinya akan ia terima. Risya tidak mau bertanggungjawab atas hancurnya hubungan dua anak konglomerat itu karena dirinya yang berniat mengaku sebagai selingkuhan Reno, agar kekasihnya itu cemburu. Rasanya mungkin akan sangat menyenangkan jika sampai wanita cantik anak dari Tuan Hardadi itu marah pada playboy yang tidak pernah tobat itu. Risya mungkin akan melihat drama rumah tangga yang lebih menyenangkan dari sekedar rasa cemburu. Risya juga akan melihat bagaimana seorang Reno Ragasa, atau laki-laki yang ia beri gelar dengan nama playboy cap karet itu merayu bahkan mungkin memohon dengan mulut manisnya. Buaya tetap lah buaya yang memerlukan lubang untuknya berteduh di manapun itu saat mereka berada di darat. Sedangkan wanita tetaplah pemilik lubang yang akan terbuai oleh bujuk rayu dari mulut manis tapi beracun. Itulah yang saat ini ada di dalam pikiran Risya. Gadis cantik itu melenggang dengan tegas, menyatukan hak tujuh senti yang dipakai olehnya dengan lantai sehingga menimbulkan sedikit bunyi tak tuk. Tanpa menoleh sedikitpun pada dua pasangan yang sedang sibuk berkasih mesra, membuat Risya tersenyum miring akan hal itu. *** Reno menatap gelas yang berisi cairan hitam pekat di tangannya. Duduk di atas kursi yang berada di balkon apartemen mewah miliknya. Ingatannya terlempar pada kejadian tadi siang yang cukup membuatnya malu. Harga dirinya sedikit tersentil atas penolakan wanita cantik untuk pertama kalinya. Siapa wanita itu? Berani sekali ia menolak seorang Dewa Cinta. Apakah ia tidak tahu bahwa Reno merupakan pria paling diincar di seluruh dunia? Apakah wanita itu tidak tahu bahwa ketampanan Reno berada di atas rata-rata? Bahkan ketampanan Pangeran Hamdan dari Dubai pun kalah jauh olehnya. Jadi rasanya ia sedikit tersinggung dengan penolakan tanpa sebab wanita itu. Reno sedikit berpikir, apakah wanita itu tidak normal? Atau justru ia tidak melihat wajah rupawan miliknya? Sehingga wanita yang digelari dengan sebutan judes itu menolaknya. Sepertinya opsi kedua lebih masuk akal, karena tadi wanita itu hanya menunduk dengan tangan yang sibuk pada handphonenya, sehingga ia tidak melihat wajah tampan milik Reno yang akan membuat wanita menjadi gila saat berhadapan dengannya. "Anda tidak semenarik itu, Nona." Reno berkata pada kopi yang ada di dalam gelas seolah wanita itu ada dalam gelas tersebut. Meyakinkan diri bahwa wanita itu tidak semenarik yang ia lihat seperti tadi siang, terbukti setelah Mega datang ia tidak lagi melihat wanita itu. Namun, ia tetap memikirkan penolakan secara langsung yang diberikan oleh si wanita. Wanita itu tidak memberikannya kesempatan untuk mengenal sama sekali. Ibarat kata kalah sebelum berperang, karena jangankan untuk berjabatan tangan sebagai tanda perkenalan, bahkan wanita itu tidak melihat wajahnya sama sekali. Egonya sedikit tidak terima saat Rega menertawakan dirinya dengan sangat bahagia, dan berkata akan mencabut rekor yang diberikan oleh MURI sebagai sang dewa cinta yang ditetapkan olehnya. Reno tidak terima ia kalah dari Rega sebagai laki-laki yang tidak pernah ditolak oleh wanita. Rega itu muridnya sedangkan dirinya adalah sang guru, dan tidak ada sejarahnya seorang guru kalah oleh murid. Rega bahkan berkata akan mendatangi kantor Rekor MURI Indonesia untuk proses pencabutan gelarnya, karena saat ini Reno sang dewa cinta yang selalu dikejar justru ditolak secara langsung oleh seorang wanita. Temannya itu memang tidak pernah waras, seorang CEO dari Sarani Corporation sibuk mengurus hal tidak penting seperti itu. "Wahai kopi, siapakah wanita itu? Mengapa wanita itu seolah tidak tertarik padaku? Apakah ketampanan ku sudah luntur? Tapi sepertinya tidak? Tapi mengapa dia menolak bahkan tanpa melihat wajah tampan ku?" Seperti orang yang terkena gangguan jiwa Reno bertanya dan menjawab pertanyaannya sendiri. Untuk pertama kalinya Reno memikirkan wanita selain Mega si anak Sultan. Ini bukan lagi tentang rasa tertarik ataupun karena tubuh seksi wanita itu. Ini tentang harga diri yang seperti direndahkan secara langsung yang dirasakan oleh Reno. Tidak mau terus memikirkan harga dirinya yang sedikit turun, Reno memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. Mencari handphone untuk menghubungi wanitanya yang sampai saat ini belum juga pulang, padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Mereka memang berpisah di kafe tadi siang, karena Reno dan Rega harus kembali ke kantor, sedangkan Nadin dan Mega entah ke mana. Namun, saat ini Reno harus memastikan istri yang tidak mau dinikahinya itu sedang berada di mana dan bagaimana keadaannya. Reno dan Mega memang tinggal bersama layaknya suami istri. Reno bahkan bebas mengeksplor tubuh Mega sesuka hatinya jika ia mau selain bagian inti yang akan memberikan puncak kenikmatan. Dan sudah hampir satu tahun lamanya Reno tidak pernah lagi mengeluarkan lahar panasnya di dalam penampungan yang ada pada diri wanita. Hal itu semua karena Mega yang tidak mengizinkannya untuk bercinta dengan wanita lain, sedangkan ia juga tidak mau memberikan bagian inti tubuhnya pada Reno, kecuali Reno tidak memakai pengaman, karena keinginan anehnya yang ingin hamil tanpa mau dinikahi. Sedangkan Reno selalu memakai pengaman setiap ia berhubungan intim dengan wanita, karena Reno tidak mau wanita yang ditiduri olehnya hamil kecuali itu istrinya sah nya. Dan Reno menginginkan Mega untuk menjadi istrinya, tapi sayang Mega tidak mau dinikahi olehnya. Hubungan yang rumit antara dua anak Sultan itu. "Halo, Eneng di mana?" tanya Reno begitu Mega mengangkat panggilannya. "Pantai," jawab Mega singkat. "Share lokasi, Abang jemput sekarang." Tanpa mendengar jawaban dari Mega, Reno langsung mematikan sambungan teleponnya. Wanitanya sedang dalam suasana hati yang tidak baik jika ia memilih ketenangan ombak di malam hari. Reno begitu sulit menyelami hati dan pikiran Mega, mengapa wanita cantik itu begitu sulit untuk diajak menuju pelaminan. Padahal Reno sudah sangat yakin bahwa dirinya sudah bertobat dan bersungguh-sungguh ingin menjadikan Mega sebagai pendamping hidupnya. Tanpa mengganti pakaian Reno langsung menuju tempat di mana Mega berada. Celana selutut, kaos oblong yang dibalut oleh jaket bomber. Sedikit berlari menuruni anak tangga untuk mengambil kunci mobil dari tempatnya. Berjalan langsung menuju garasi. Meluncur dengan kecepatan cukup tinggi karena jalanan yang lumayan sepi. Reno yang begitu mengetahui sifat Mega walaupun mereka baru dekat selama satu tahun terakhir, tentu saja mengkhawatirkan keadaan wanitanya itu. Hatinya pasti sedang dilanda keresahan sehingga Mega memilih menenangkan diri di tepi pantai. Deburan ombak pada malam hari selalu mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan pada keresahan wanita cantik itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN