Rita duduk di sebelah Becca, menunggu janji putrinya terealisikan. "Kak Randi tumben, gak angkat telfon lo." Kata Rey, dengan mulut mengunyah cookies buatan Rita.
Jangankan Rey, Becca yang pacar dari Randi pun bingung kenapa pria yang biasanya selalu mengangkat telfon dari siapapun, kini mengabaikan telfon dari kekasihnya sendiri.
Melihat Becca yang sedang resah, tanpa basa basi, Rey langsung melontarkan ledekan pada Becca, yang sudah resmi tergabung dalam komunitas pejuang LDR.
Ledekannya tersebut sukses membuat Rita terkikih geli, dan malah mendukung putri bungsunya untuk semakin menggoda sang kakak.
"REY!!!" Panggil Becca dengan suara yang sudah mulai meninggi.
Namun semua itu terasa sia-sia, karena Rey masing menggencerkan ledekannya pada Becca, "SUTTT!"
Kali ini mulut Rey terkunci rapat, ketika Becca memerintahkan karena ada suara dari ponsel Becca, yang membuat mereka semua mengira panggilan balik dari Randi.
Namun....
"Ini nomor kantor papah kan ya?" Becca menunjukkan layar ponselnya pada Rita, dan langsung dibalas oleh anggukan.
Membuatnya kembali kecewa, dan tidak mengangkat panggilan tersebut.
"Kan bener, Becc. Kak Randi lagi sibuk sama yang baru. Lu tau sendiri kak gimana pesonanya dia." Rey kembali merisak Becca, yang padahal ia ketahui emosi sang kakak yang sedang tidak stabil.
Padahal orang yang sedang mereka gosipkan sedang berada di kantor pimpinan utama, dan melupakan ponselnya yang masih berada dalam mobil.
Karena tadi Randi yang sedang terburu-buru, sehingga lupa membawa clutch yang selalu menempel di tangannya.
"Jadi Mr. Randi adalah saksi, jika Miss Rebecca tidak melanggar semua aturan imigrasi di negara ini?" Tanya Fachrul, setelah mendapatkan penjelasan panjang dari Randi, yang mewakili Becca sebagai pimpinan utama di RFood Corporation.
Randi terdiam sejenak, hatinya sangat lega karena akhirnya pihal imigrasi yang sebenarnya mengetahui kebenaran yang terjadi.
Namun sayangnya, ia tidak bisa menunjukan beberapa dokumen yang telah diberikan oleh Becca, karena ponselnya yang tertinggal.
Dan dengan sangat terpaksa, dirinya harus menunggu Trevor selesai memancing semua ikan, Randi dan Fachrul pun tidak mau menerintahkan agar mereka menyelesaikannya dengan cepat. Karena semua itu biss merusak hasil tangkapan Trevor nantinya.
Tok tok tok'
"Masuk!" Fachrul sedikit berteriak, karena jarak dari kursi dan pintunya yang agak jauh.
Pintu itu terbuka, menampilkan sosok Fio kembali yang kembali membuat Randi berfikir jika gadis itu adalah anak magang di kantor imigrasi.
"Mr. Randi mau saya tambahkan tehnya? Atau mau minuman jenis lain?" Tanya Fio dengan suara bulat khas sekretaris.
Randi menggeleng, dan malah salah fokus pada id card yang menggantung pada leher Fio.
"Kau benar sekretaris pimpinan utama?" Tanya Randi, dengan tatapan beralih pfa Fachrul yang entah sedang sibuk pda laptopnya.
Pertanyaan itu membuat Fio terdiam sejenak, pada posisinya yang terlihat sangat tidak enak dipandang.
Membuat Randi seolah tahu apa yang sebenarnya terjadi, dari seragam yang aneh dan ketat, hingga rok mini yang sangat pendek.
Randi langsung mengeluarkan kartu nama yang selalu ia bawa, dan memberikannya pada Fio.
"Kau keluar dari sini, setelah urusan saya beres. Dan lepas dari si tua bangka ini." Perintah Randi, dengan suara pelan, agar Fachrul tidak bisa mendengarnya.
Fio tersentak dengan semua ucapan Randi tadi, namun hatinya yangbtidak bisa berbohong langsung mengambil kartu nama tersebut, sebagai kesempatan baru untuknya.
"Baik, Mr. Randi. Saya akan buatkan kopi sesuai instruksi anda." Ujar Fio, yang sangat hebat bersandiwara.
Sementara di tempat lain, Trevor masih memakai topeng keakrabannya demi mengulur waktu kedatangan polisi lokal ke gedung imigrasi.
Ia juga dengan sengaja berlakon penuh emosi, akibat sikap dari tersangka utama ini yang semakin lama kurang ajar, membuatnya jenggah dan ingin menampar tersangka utama tersebut.
Dari mulai dirinya yang selalu berbicara informal pada Trevor, memesan semua menu yanh padahal tidak ia makan, hingga menyebut pekerjaan Trevor yang sebagai sekretaris adalah kemayu.
Pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh wanita, agar pimpinan utama bisa mendapatkan hiburan sekaligus.
CIHHH, pemikiran yang sangat kolot dan kotor untuk seorang pria berpenampilan necis seperti dia.
"Baik, kalau begitu kita kembali ke gedung imigrasi. Karena sepertinya, jam makan siang telah lama usai." Kata Trevor, setelah mendapatkan pesan dari Fio, yang ditugaskan tadi olehnya.
"Baik kalau begitu, terima kasih atas jamuan makan siangnya, Mr. Trevor. Mari kita kembali ke gedung imigrasi." Balas tersangka utama, dengan posisi yang sudsh berdiri.
Saat kembali ke gedung imigrasi, Trevor mengatakan beberapa kiasan yang menjelaskan bahwa ini adalah hari terakhirnya pergi untuk bekerja.
Dikarenakan hari esok dan seterusnya, tersangka utama tersebut akan mendapatkan istirahat yang lama dan kehidupan yanh terjamin, seperti pakaian, makanan, dan minuman.
Dengan senyum merekah, tersangka utama itu mengaminkan dengan sangat lantang, hingga membuat batin Trevor kegirangan.
'Iya istirahat di penjara.' sosok devil dalam diri Trevor menciat ke permukaan, sehingga bisa berkata seperti tadi.
**
Becca melamun di kursi teras rumah sang nenek, dengan earphone wirrelles miliknya.
Seolah mengatakan pada seisi dunia, dirinya tidak mau diganggu karena sedang merindukan seseorang.
Seseorang yang ia nantikan panggilannya, demi menyudahi rasa rindu yang membebaninya.
Fikirannya mengajak Becca untuk bertravelling ke Singapore kembali, dan manjajahi semua tempat yang pernah ia datangi.
Mulai dari Olive Young, restoran dalam gedung, apartemen mewahnya, hingga apartement pemberian Randi yang baru sempat ditinggali 5 hari.
Sebelum kabar deportasi Becca terdengar dari mulut ayah kandungnya sendiri, "Kau mau gulali sayang?"
Suara dari Randi selalu terngiang dalam kepalanya, yang mebmbuat rasa rindunya semakin dalam.
Aroma maskulin dari tubuhnya seakan membuat Becca tidak mau lepas dari dekapannya.
Belum lagi bibir lembut Randi yang kini membuatnya sangat candu, terpaksa diambil alih oleh semesta karena jarak 2.500 km terbentang diantara mereka.
Dan kembali lagi, memory Becca melayang jauh ke kantor pusat Rfood Corporation, yang kini membuat rasa rindunya teralihkam dari Randi.
Ia rindu dengan ucapan rekan samping meja, yang selalu berbagi informasi diskon makanan, minuman, hingga pakaian.
Kehectikan suasana kantor, pada setiap akhir bulan karena para klien yang berdatangan untuk mengambil brosur bisnis beberapa macam restoran dari ruangannya juga.
Dan tentunya, Becca merindukan kedatangan Randi yang selalu membuat alasan hanya untuk turun ke ruangan Becca, dan kemudian kembali ke ruangan pribadinya lagi.
Sehingga membuat Miss Luna yang selalu meminta dirinya untuk menetap dan bekerja di ruangannya.
Agar Randi tidak bisa menganggu kinerja Becca, maupun kinerja rekan di timnya, yang masih getir melihat pimpinan utama yang selalu berlalu lalang di ruangan staff.
Tidak lama kemudian, Becca kembali pada realita utamanya setelah selesai melamun menatap mini garden di depannya.
TING TING TING'
Dirinya menoleh dengan malas pada layat ponselnya, karena malas untuk menerima panggilan selain dari Randi.
Namun seketika raut wajahnya langsung berubah, matanya terbelakak sempurna, hingga kedua tangannya menutup mulut yang kemungkinan menganga.
Dengan cepat, Becca mengetuk dua kali di earphonenya, dan langsung mendengar suara dari subjek yang sangat ia rindukan.
["Rebecca, my love. Maafkan aku ya, ponselku tadi tertinggal di mobil."]
Senyum sumringah dari Becca langsung terpancar, "Tidak apa-apa. Kok tumben ponselmu ketinggalan. Biasanya selalu ada dalam jasmu, atau di clutch." Balas Becca, sekaligis menghujani banyak pertanyaam dari Randi.
Membuat suara kikihan Randi terdengar jelas di telinga Becca, ["Karena something special yang bisa membersihkan namamu di negara sini. Makanya aku sampai lupa. Lagian personal asistant ku sedang melancong ke negara asalnya, jadi ada saja yanb terlupakan."]
Balasan dari Randi, membuat Becca berteriak dalam hatinya dengan sangat kegirangan dan sangat bahagia.
["Rebecca..."]
"Iya, Rand. Ada apa?" Tanya Becca, yang kembali merubah raut wajahnya, karena suara Randi yang mendadak serius.
Randi meminta pada Becca agar malam ini tidak kembali dulu ke rumahnya, dan menetap kembali di rumah neneknya untuk beberapa saat.
Karena nanti malam ia akan menghubunginya via skype, untuk bertatap muka langsung dengan Rita dan Rey, untuk menjelaskan sesuatu yang sangat penting, dan mungkin bisa membuat seisi rumah terkejut, jika mereka mengetahui semua itu bersama dengan Rudi.
Setelah mendengar jelas arahan Randi, tanpa basa-basi Becca langsung mengiyakan, dan mendukung Randi sepenuhnya saat dirinya merasa, Randi akam melakukan sesuatu hal, yang belum mau ia beritahu pada Becca.
["Hmm, kalau begitu aku lanjut kerja lagi, boleh? Karena sebenarnya hari ini aku ada 3 agenda bertemu dengan para pemilil restoran yang sebentar lagi launching."]
Mengetahui permintaan Randi, kali ini Becca tidak langsung mengiyakan kekasihnya tersebut dan meminta Randi bergantiam menuruti permintaanya.
Dan sebagai kekasih baik hati, kaya raya, tampan, dan sayang Becca.
Randi langsung mengiyakan permintaan dari Becca, yang menginginkan video call saat Randi menyetir, dan memunta Randi tidak mengobrol dengannya, karena bisa menganggu fokus menyetir.
Kenapa Becca meminta hal tersebut, karena jawabannya adalah Becca hanya ingin melihat wajah Randi sekaligus mengobati rasa rindunya akan wajah tampan kekasihnya, yang padahal belum genap 2 hari tidak ia temui.