Kolaborasi Rfood Corporation

1105 Kata
Setelah memberikan pelajaran menarik pada tersangka utama, kini Randi kembali menyiapkam terobosan baru untuk tersangka utama lainnya. "Mr.Randi..." Ujar Luna dari balik pintu, menunggu diperbolehkan masuk untuk membahas lebih jauh rencana yang sudah disampaikan oleh Trevor semalam. KLEK' Luna menoleh pada Trevor yang dengan gamblang memasuki langsung ruang pimpinan utama. Ya, meskipun dirinya juga mengetahui jika Trevor dan Randi adalah teman karib yang sangat dekat. Namun ini lingkungan kantor yang seharusnya Trevor menghormati Randi, dan melakukan semuanya sama seperti yang Luna lakui. "Kenapa melotot gitu, masuk, Miss Luna." Kata Trevor, yang sedang mengesampingkan tubuhnya untuk menunggu Luna masuk lebih dulu. Luna langsung memasuki ruangan Randi, dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari Trevor. Seolah mencari sesuatu yang salah dari matanya, namun semua itu gagal setelah Trevor mengedipkam sebelah matanya. Yang membuat Luna membuang pandangannya, dan langsung menyapa Randi, yang sedang duduk berpangku tangan kembali. "Mr.Randi" Kata Luna, seolah membuat Randi menyudahi lamunannya tersebut. Namun, itu semua sia-sia. Karena lamunan itu hanya bisa disudahi jika Becca kembali lagi dalam pelukannya, yang padahal, Randi mengetahui jika itu masih sangat jauh dan panjang perjalanan, demi memulangkan Becca dalam pelukannya kembali. Oleh karena itulah Trevor langsung mengambil alih, untuk menyadarkan Randi dengan cara yang sangat tidak sukai. "MR.TREVOR!" Pekik Luna, saat melihat Trevor yang sedang menyipratkan air pada wajah pimpinan utama. "Trevor.... Stop it!" Kata Randi, dengan nada suara yang masih lembut. Trevor masih saja menyipratkan air pada wajahnya, membuat Randi yang langsung berdiri di posisinya. "OKE, mari kita mulai rapat ini. Trevor langsung menjauhkan Randi, langsung duduk di samping Luna, seraya menunggu Randi, yang mau tidak mau menyudahi dan menyelesaikam lamunan tidak bergunanya tersebut. Tanpa membesarkan perlakuan Trevor tadi, Randi langsung membuka laci rahasia miliknya, untuk mengambil dokumen yang selama ini hanya ada di fikirannya. Tidak usah ditanya bagaimana perasaan Randi saat ini, karena setelah sekian lama menunggu. Kali inilah waktu yang tepat bagi Randi, untuk menggencatkan senjata ke Indonesia, untuk mencari celah agar Becca kembali padanya. "Bagaimana, Miss Luna? Apakah kau bersedia menjadi tim strategi dari project ini?" Randi menatap dengan serius, pada Luna yang sedang membaca bagan rencana project kolaborasi. Sementara Trevor yang sudah mengiyakan semua permintaan Randi dari lama, hanya menunggu jawaban dari Luna dengan bosan. Yang padahal, sejak beberapa hari lalu Trevor dan Luna sudah membicarakan ini semua, dant tidak terpaku pada tujuan Randi yang hanya untuk mengembalikan kekasihnya. Melainkan, project ini juga sebagai ajang inovasi dari produk makanan yang berkolaborasi dengan brand kecantikan dengan merek yang sangat besar. Agar meraih jangkauan pasar yang lebih luas, sehingg bauran pemasaran dari anak perusahaan Rfood Corporation, bisa jauh mengembang layaknya adonan donat. "Mr. Randi, rencana ini terdengar sangat mengkhawatirkan, karena yang berarti kita harus meriset lebih dalam produk makanan apa saja yang menjadi signatire menu dari masing-masing restoran---" "Oleh sebab itulah, kami membutuhkan sosok kau, yang sangat mengerti dan memahami seluk-beluk citra, merek, branding, dan segalanya." Randi memotong penjelasan Luna, yang sudah ia ketahui akan kemana arahnya. Randi juta mengethahui project yang akan dilakukan ini sangatlah beresiko tinggi. Namun setelah Randi menelaah lebih jauh, dan mengenal Indonesia dalam segi bisnis, ia mendapatkan jika Indonesia adalah salah satu negara yang sangat konsumtif, pada barang-barang unik, namun mempunyai fungsi dan kegunaaan yang bermanfaat. Oleh sebab itulah, ia berani mengambil langkah berani seperti sekarang dengan menggandeng dua orang yang sangay berpengaruh pada perusahaannya, karena mereka yang menemani Randi sejak perusahaannya masih berada di ruko berlantai dua, dan mempunyai 1 street food, di jalan Bugis. Sementara di negara yang sedang dibicarakan oleh mereka, Becca sedang berusaha keras menahan rasa amarahnya. Karena mendengar semua penjelasan dari Rey, yang menjurus pada salah satu tersang utama kepulangannya ke sini. "Pah. Tolong jelaskan siapa temanku yang datang dan mengadu semua omong kosong serta kepalsuan cerita?" Nada suara yang meninggi, serta posisi bertolak pinggang itu, membuat Rudi yang sedang lelah akibat perkerjaan, terbawa emosi. "Omong kosong apa? Orang itu, mengatakan jika kau adalah wanita penghibur. Dan itu bukan omong kosong!" Pekik Rudi, dengan suara yang tak kalah tinggi. Membuat Deska yang sedang melihat dari luar ruangan, langsung menutup tirai dengan remote, yang bisa dikontrol olehnya, agar beberapa sekretaris lainnya tidak melihat kejadian ini, dan membuat mereka berdua sebagai bahan gossip di perusahaan. "JADI PAPAH LEBIH PERCAYA SAMA OMONGAN ORANG? KETIMBANG ANAKNYA SENDIRI? IYA?!" Balas Becca, dengan amarah yamg benar-benar mencapai puncak. Namun semua argumen Becca dipatahkan oleh Rudi, ketika dirinya memberikan salah satu foto yang memperlihatkam Becca bersama pria berpakaian layaknya pemimpin perusahaan. "ASTAGA! DIA PACARKU! AKU CINTA SAMA DIA," "IYA, SEKALIGUS PENGHIBURNYA! TIDAK MUNGKIN KAU BISA MENDAPATKAN KEKASIH SEORANG PENGUSAHA DENGAN MUDAH, Bec! KAU TIDAK USAH MUNAFIK!" Rudi membentak-bentak Becca, dengan semua dugaan yang kenyataannya tidak benar. Dan dirinya juga tanpa sadar sudah melukai hati putrinya, dengan kata-kata yang sangat tidak pantas terlontar dari mulut seorang ayah pada putrinya. Becca yang belum selesai dengan perkataannya, memilih menjauhkan Rudi, dengan buliran air mata membasahi pipinya. Tanpa izin dan basa-basi, Becca keluar dari ruangan Rudi, dengan tangisan yang langsung pecah. Membuat Deska langsung membuka blazernya, demi menyembunyikan sosok Becca, agar tidak terlihat oleh karyawan yang lain. "Tenang, Becc. Ada aku, Rey, dan orang yang sayang sama kamu. Ayo kita keluar dari sini." Suara itu membuat Becca tenang sejenak, dan melupakan semua omongan dari Rudi tadi. Senyumnya sedikit terlihat, walaupun tekesan agak memaksa. Namun semua itu tidak membuat Deska memapah tubuh Becca, untuk keluar dari lingkungan perusahaan. Agar dirinya bids dengan leluasa menangis sejadi-jadinya, tanpa ada yang bergosip di depannya. Balik lagi ke ruangan Randi, yang terdengar sangat huru-hara setelah Luna menyetujui semua rencana tersebut. Membuat Trevor langsung memerimtahkan beberapa tim yang sudah ia siapkan, untuk pergi ke Indonesia, mengurus semua perjanjian dan kerja sama antara perusahaan utama dan anak perusahaan, agar biss menemukan restoran apa saja, dan makanan apa saja yang sedang terkenal Indonesia di kalangan anak remaja perempuam dan wanita dewasa. Agar sesuai dengan tujuan rencana kolaborasi yang sudsh dijabarkan Randi tadi, yang mengaraj target pasar mereka semua. "Kita ke Indonesia 2 minggu dari sekarang, even kalo bisa dipercepat 10 hari ya." Kata Randi, pada Luna yang masih duduk terdiam di posisinya. "Bisa dibilanh begitu, Mr. Randi. Kita menunggu kabar dari tim yang ditugaskan ke Indonesoa lebih dulu, sebelum kita melancarkan rencana yang besok akan saya buat bagannya." Luna memperjelas pada Randi, agar dirinya mengerti jika project yang akan dikerjakan kali ini, bersifat tidak main-main, dan banyak melibatkan perusahaan lain, serta beberapa restoran. Oleh sebab itu, Luna mengatakan pada Randi untum tidak terburu-buru pergi ke Indonesia, sebelum mendapatkan kabar pasti dari tim. Dan dirinya juga tidak mau Randi terbawa emosi agar mempercepat keberangkataan mereka, hanya dengan alasan bertemu Becca semata.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN