Salah Kartu

1301 Kata
Vila itu terdapat dua lantai dengan lantai bawah ada dua kamar serta dapur. Selain itu di sana ada kamar mandi luar dan juga ruang bersantai. Sedangkan di atas ada tiga kamar dengan ruang bersantai yang ada fasilitas tivi di sana. Para cowok pun tidur di lantai bawah sedangkan para cewek tidur di lantai atas. Setelah sampai pun mereka menyantap makan siang yang sudah meraka beli tadi. Setelah itu merekapun berkaraoke ria hingga agak sore beberapa dari mereka terlelap di depan tivi itu. "wah mereka tidur gak ngira-ngira ya, tidur sembarangan, kalau kita apa-apain gimana tuh"kata Kevin "hus elu pikirannya dah, biarin sudah lelah mereka"kata Alan "iya ya, yuk karaoke dah, eh Kiara mana dia"kata Kevin "gak tahu, menghilang sama Rendra"kata Alan "jangan-jangan mereka "kata Kevin "enggak deh, tuh mereka bawa cemilan"kata Alan melihat Rendra dan Kiara naim ke atas membawa beberapa piring yang isinya gorengan itu. "Eh kalian tinggal berdua aja"kata Kiara "iya tuh, meraka molor"kata Kevin "hmm dasar padahal udah matang, ya udah deh"kata Kiara Merekapun makan cemilan itu hingga beberapa saat kemudian, Kiara pun malah ikut tidur, tapi di saat bersamaan Sella dan Tika bangun. "eh kalian masih semangat aja ya"kata Sella "iya dong, kan menemani kalian tidur"kata Kevin "apaan sih omongannya dah, makan duku ah laper"kata Sella "ya gak apa-apa, kan emang gitu dah, eh kalian apa di tinggal cowok kalian juga makanya ikut"kata Kevin "enggak, gw baru putus beberapa waktu lalu, kalau Tika itu yang di tinggal keluar kota"kata Sella "wah kesempatan ding buat gw untuk bisa dapatkan elu Sel"kata Kevin "hush gak usah aneh-aneh deh, udah elu nyanyi aja gw makan ini"kata Sella Sella pun malan tapi sambil berbaring di pangkuan Tika yang membuat Kevin ataupun Alan ingin menggantikan posisi Tika. "enak bener ya, gw pengen dong gantikan Tika"kata Kevin "enak aja, jangan aneh deh "kata Sella "ya kan berusaha Sel, kita kan sama-sama jomblo"kata Kevin "yah tapi gak gitu juga kali, mana gw gantian yang nyanyi"kata Sella Sella pun akhirnya menyanyi dengan di temani Alan yang semenjak tadi tidak ikut perbincangan, hanya fokus bernyanyi. "elu diem aja Lan, gak ikut ngobrol"kata Tika "yah begitulah, gw bingung nanggepinya"kata Alan "jangan sok misterius gitu lah"kata Tika "ya memang gini gw kok Tik, mau gimana lagi"kata Alan Alan memang lebih pendiem di bandingkan Kevin yang lebih cerewet itu. "udah ah, mau mandi dulu dah gw"kata Sella "gw temenin mau"kata Kevin "enak aja, Awas aja kalau berani ngintip ta, gw kunci kamar gw"kata Sella "iya ya, jahat amat elu"kata Kevin Sore hari telah tiba, mereka pun bergantian mandi padahal di kamar mereka sudah ada kamar mandi masing-masing sehingga hanya teman sekamarnya saja yang perlu menunggu giliran. Setelah itu mereka memesan makanan via ojek online untuk makan mal bersama mengingat mereka ingin bermalas-malasan hari ini. "wah malas banget hari ini mau masak"kata Kiara "yah bebas dah, pesen makanan aja"kata Chika "udah, tinghal tunggu aja, besok kita baru beraktivitas dah, pergi kemana gitu besok, masak di sini mulu"kata Kiara "beres"kata Chika Setelah makanan mereka sampai, merekapun makan malam bersama kumpul. "wah nonton film yuk"kata Kiara Merekapun nonton film bersama, tapi membuat mereka bosan dengan hal itu karena selalu di depan tivi saja semenjak datang siang tadi. "wah bosan Ra"kata Chika "hmm apa main kartu aja ya, tapi kita lupa beli kartu deh"kata Kiara "Rendra tuh kata nya bawa kartu tadi"kata Sella "iya Ren, keluarin dah kita main kartu"kata Kiara "iya bawa, tapi kartunya bukan kartu yang biasa"kata Rendra "ah sama aja, udah bawa ke atas sini"kata Kiara ngotot "tapi beneran lho, kartunya bukan yang baisa di mainin, gw salah ambil tadi"kata Rendra "udah ah jangan banyak omong, bawa ke atas bosan kita"kata Kiara "ya udah kalu ngotot, gw gak tanggung jawab ya kalau ada apa-apa nanti"kata Rendra "emang ada apaan, dah ah ayo di ambil Ren"kata Kiara "iya Ren, ambil aja"kata Sella "ya udah kalau ngoto"kata Rendra Rendra pun turun ke kamarnya dan mengambil satu set kartu yang tidak biasa. Dia lalu memberikannya ke Kiara untuk di cek benar kalau kartu itu bukan kartu biasa. "kartunya gini sih Ra"kata Rendra "apaan kartunya dah"kata Kiara Kiara pun membuka kartu itu dan kaget karena kartu itu bukan kartu biasa. "eh kartu apaan ini, ada cium sebelah kiri elu, raba sebelah kanan elu, elu beneran bawa kartu ini, sengaja ya"kata Kiara "enggak, gw awalnya mau bawa kartu biasa tapi ketuker, itu biasanya gw mainin sama cewek gw"kata Rendra "apaan, gw lihat coba"kata Chika "nih lihat, m***m banget kan"kata Kiaran "hmm menarik sih, gimana Sella dan Tika, mau gak, seru lho"kata Chika "seru apaan, gw udah ada cowok dah"kata Kiara "ah masak elu gitu, itu kan hanya permainan, gak sampai lebih deh, ya kan"kata Chika "ya tapi, masak kayak gini sih, ciuman dengan sebelah kiri elu, remas kepunyaan sebelah kanan elu, apaan, enak bener"kata Kiara "nah kan enak yuh dah kita coba, gak berlebihan deh"kata Chika "ya udah deh, gw ikut ,seru juga kayaknya, ya kan Tik"kata Sella "boleh juga deh, yuk dah Ra, ayo mulai deh"kata Tika Karena terdesak oleh mereka bertiga, Kiara pun akhirnya mau juga untuk mainkan kartu itu. Tetapi jumlah mereka ganjil padahal kartu itu biasanya membutuhkan orang yang berjumlah genap "gimana maininnya"kata Kiara "gini, kita duduk selang seling cowok cewek, eh tapi gak pas ya, gak apa-apa deh"kata Rendra "iya ya gak pas ya kalau gitu"kata Tika "ya udah gw gak ikutan deh, gw yang ngocok kartunya saja kalau gitu"kata Kiara "ya udah kalau begitu, terserah elu dah"kata Tika Akhirnya Kiara pun tidak ikut. Dia hanya melihat saja. Sedangkan enam orang lainnya pun sudah mengundinya untuk duduk berselang seling cowok cewek dengan urutan, Alan, Chika, Kevin, Tika, Rendra, Sella secara melingkar urut ke arah kiri sehingga Chika berada di kirinya Alan dan Sella berada di kanannya. "terus gimana maininnya"kata Sella "gampang, tinggal ambil kartu sebelah sini, yang paling gede angkanya ambil kartu yang sebelah sini sebagai hadiah"kata Rendra "terus yang kalah gimana"kata Sella "ambil kartu sebelah sini"kata Rendra "oke deh, yuk Ra, kocok kartunya ya terus bagikan ke kita"kata Sella "iya ya jangan bawel"kata Kiara Kiara pun membagikan kartu itu. Alan dan Kevin yang baru kali ini main seperti ini semakin bersemangat apalagi dengan hadiah dan hukuman yang ada di kartu membuatnya seolah ingin seperti ini terus. Apalagi bau harum dari cewek-cewek di sampingnya membuatnya semakin bersemangat. Sudah lama mereka tidak bersebelahan dekat seperti ini "yak gw memang"kata Rendra "yah gw paling kecil ya"kata Chika "gw ambil hadiahnya dulu ya"kata Rendra "iya"kata Chika Rendra pub mengambil kartunya. Kemudian Rendra pun membaca kartu itu dengan keras. "memeluk cewek di sebelah kanan selama lima detik"kata Rendra sambil memandang Chika "ya udah kalau cuman gitu"kata Chika Rendra dan Chika pun berpelukan selama lima detik. Mereka berdua baisa saja tetapi tidak bagi Alan dan Kevin yang sudah lama jomblo itu. "enak bener dapat Chika dia padahal harusnya gw"kata Kevin dalam hati. "udah selesai, gantian Chika yang mengambil kartunya"kata Kiara Chika pun mengambil kartunya. Dia pun membuka kartu dan membacakannya. "Cium pipi partner sebelah kanan kamu"kata Chika Alan yang mendengarnya pun senang akrena akan di cium oleh Chika, cewek tercantik di antara mereka berempat. "eh gitu aja"kata Chika "lha elu mau berharap lebih Chik"kata Kiara "enggak sih, cukup kok, elu jangan baper ya Lan"kata Chika "eh enggak kok, gw tahu ini hanya permainan"kata Alan "ah apaan, elu ntar baper gimana, udah lama kan gak di cium cewek"kata Kiara "iya sih, tapi gak apa-apa kok"kata Alan "ya udah, cup"kata Chika Chika pun lalu langsung mencium pipis Alan dengan cepat yang hampir tanpa di sadari oleh Alan saking cepatnya. "wah enak bener tuh Alan, habis ini harus gw dah, ini Sella dan Tika juga lumayan, apalagi kalau dapat Chika, kan pas depan gw tuh, siapa tahu suruh berciuman dengan partner depan kan enak hihi"kata Kevin dalam hati. Memang tidak menutup peluang bahwa mereka akan melakukannya dengan partner di depannya meskipun sebagian besar dengan partner sebelah kiri kananya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN