Debat

1332 Kata
Kiara yang sebagai pengocok kartu seolah seperti bandar itu tersenyum melihat Alan yang tersipu malu ketika pipinya di cium oleh Chika, cewek tercantik di sana. "gak usah baper gitu Lan, udah di bilangin, gak pernah di cium cewek ya"kata Kiara "apaan, pernah ya, tapi baru kali ini di cium cewek secantik Chika, jadi deg degan gw"kata Alan "ah dasa jomblo, bilang aja belum pernah"kata Kiara "terserah deh, udah ayo mulai lagi, gw lagi bersemangat nih"kata Alan "iya ya yang udah dapat hadiah dari Chika, yang kalah Chika yang menang Rendra tapi yang juara Alan, hadeh"kata Sella "udah Sel, habis ini elu yang dapat hukuman untuk peluk gw"kata Kevin "yee enak aja, emang ada lagi"kata Sella "gak sih, tapi itu kartu di taruh di bawah jadi bisa jadi sampai muter lagi ke sana"kata Rendra "owh gitu "kata Sella Memang awalnya kartu itu hanya pemanasan saja dengan memeluk atau mencium pipi sebelah kiri atau kanannya. Tetapi kartu itu sudah di urutkan oleh Rendra sesuai dengan nomornya sehingga semakin lama nantinya kan semakin panas, tidak hanya mencium atau memeluk saja, bahkan bisa saja lebih dari itu. "udah Lan gak usah terlalu baper, seneng banget dah elu"kata Kiara "iya, pasti habis ini elu dapat lagi dah"kata Tika "hmm iya ya, boleh deh"kata Alan "ya udah aku kocok lagi ya"kata Kiara "kocok apanya"kata Kevin "kartunya lah, masak yang lain"kata Kiara "yang lain itu apaan Ra"kata Kevin "telur, mau telur elu gw kocok juga"kata Kiara "eh ganas gitu, wah bahaya dong kalau telur gw di kocok"kata Kevin "udah makanya diem aja elu, gak udah banyak omong, ayo mulai lagi"kata Kiara Kiara pun mengocok kembali kartunya. Kemudian dia bagikan satu persatu kartu ke pesertanya. "eh kenapa kok cuman satu aja, mending dua kartu aja biar lebih seru"kata Kevin "hmm boleh juga sih, tapi apa bedanya"kata Alan "gak ada sih, biar Kiara lebih capek aja hehe"kata Kevin plakk... "aduh sakit tahu Ra"kata Kevin yang kepalanya di tampar kartu oleh Kiara "jangan banyak omong, kayak cewek aja"kata Kiara "lha, ngomong apaan, iya ya yang mulutnya dua, jadi banyak yang diomongin"kata Kevin "dasa elu, dukkk"kata Kiara memukul kepala Kevin "apaan sih, ini kekerasan terhadap teman Ra, aduh duh, belum dapat apa-apa udah di sakitin aja, mending kalau udah di cium kayak Laam atau di peluk kaya Rendra, lha ini di pukul terus gw"kata Kevin "kebanyakan omong gw jadiin elu punya dua mulut tahu rasa"kata Kiara "eh jangan, kejam banget elunya, itu senjata gw kok di jadiin gitu sih, entar gak ada yang enakon elu dong hehe"kata Kevin plaakkk... Sebuah tamparan dari kartu mendarat lagi di kepala atas Kevin yang memang banyak omong itu semenjak tadi. "udah diem, yang lain tuh main semuanya, elu omong terus, apa perlu elu di keluarin aja"kata Kiara "eh mau dong kalau elu keluarin, kapan sekarang?di sini, lewat tangan atau mulut nih"kata Kevin "awas aja kalau kurang ajar, udah diem atau gw plester mulut elu"kata Kiara "ampun ampun Kir, entar gw ngomongnya pakai apa dong"kata Kevin "Pakai mata, udah sana"kata Kiara. "haha haha kalian kok cocok banget ya, apa elu gantiin gw aja Ra biar sama Kevin"kata Sella "apaan gak ah, gw jadi bandar aja gini enak"kata Kiara "tapi kalian cocok banget lho jadi pasangan, lucu deh"kata Sella "ogah"kata Kiara "gw mau, ayo Ra jadian, putusin aja pacar elu"kata Kevin "enak aja, dah main sana kok malah nembak gw, gw nolak elu dah berakhir"kata Kiara "yah elu kok jahat banget sih Ra, masak langsung di tutup aja pintu elu buat gw sedih deh"kata Kevin "apaan tadi elu ngajak Sella juga, emang kita apaan bentar-bentar ganti, hadeh"kata Kiara "ya kan itu respon tadi ketika tahu Sella jomblo, eh ternyata gw lebih cocok ke elu deh Ra, gimana"kata Kevin tetap berusaha. "udah jangan macem-macem deh, sana balik badan, tuh kartunya di ambil"kata Kiara "lha kan maunya dua kartu Ra, bukan satu, gak seru, masak telur gw dua kok kartunya satu"kata Kevin "mau telur elu gw jadiin satu?"kata Kiara "udah udah kalian ini deh udah kayak suami istri, ayo lanjut aja bagiin dua Ra"kata Chika Semuanya langsung diam ketika Chika yang mengajak mereka untuk main lagi. Kiara yang tadi gak mau membagi dua kartu pun akhirnya mau membagi kartu lagi. "eh kalau bisa tukar lebih enak nih, gimana"kata Kevin "boleh, ayo, elu mau tukar kartu Vin"kata Tika "hmm gak ah, yang lain aja"kata Kevin "wah pasti kartu elu tinggi ya, kalau gak gitu rendah banget deh"kata Tika "hee gak gw kasih, rahasia"kata Kevin "ya udah gini aja, yang mau tukar silahkan"kata Kiara "eh terus tukarnya kemana, kiri apa kanan atau depan?"kata Sella "hmm gimana kalau kita undi aja pakai koin aja deh, kalau depan berarti kana, kalau belakang berarti tukar dengan kiri"kata Kiara "eh tapi gw gak mau tukar"kata Kevin "yang gak mau tukar di lewati aja, gimana, setuju"kata Kiara sambil tersenyum kepada Kevin "ya udah setuju, gw gak mau tukar ya"kata Kevin "ya udah kita undi ya"kata Kiara Kiara pun melemparkan koin untuk menentukan arah pertukaran satu kartu. Setelah melempar koin, Kiara pun mendapatkan jawaban. "depan, kanan, tukar dengan kanannya"kata Kiara "oke deh"kata Sella Merekapun menukar salah satu kartunya. Hampir Semuanya pun menukar tetapi hanya Kevin yang tidak menukar kartunya karena merasa kartunya sudah besar. Dan benar saja, bagaimanapun Kevin lah pemenangnya sehingga dia mendapatkan kartu hadiah. "yuhuu..." Kevin pun mengambil kartu hadiahnya. Dia membacakannya dengan lantang. "Mendapatkan pelukan dari partner kiri dan kanan selama satu menit"kata Kevin "eh satu menit, lumayan deh, dua lagi"kata Kevin dalam hati "seneng ya elu Vin"kata Kiara "cemburu bilang ya, biar nanti di gantikan elu aja mereka berdua"kata Kevin "enak aja"kata Kiara "ya udah kalau gak mau, yuk Sella dan Tika peluk gw dong"kata Kevin "bentar, belum gw kasih timer, keenakan elu kalau kelamaan nanti"kata Kiara "jahat bener elu, gak senang ya lihat gw senang, apa masih cemburu"kata Kevin "enak saja, udah mulai"kata Kiara Kevin pun mendapatkan pelukan dari Tika dan Sella yang ada di kiri kanannya itu. Pelukan mereka dari depan dan belakang yang tentu saja membuat Kevin tersenyum puas. "udah satu menit, stop"kata Kiara "yah cepet banget, belum puas"kata Kevin "udah aturannya gitu jangan banyak omong"kata Kiara dengan tegas terutama ke Kevin "iya ya, jahat bener elu Ra, apa elu aja yang peluk gw"kata Kevin "enak aja, udah yang kalah siapa nih, Alan kalah ya, cepet ambil kartunya"kata Kiara "santai Ra, gak usah gitu juga, gw tahu elu cemburu kan ke gw"kata Kevin "enak aja, ayo Lan"kata Kiara Alan pun mengambil kartu dari kartu hukuman. Dia lalu membacakannya dengan keras. "minum air putih segelas"kata Alan "eh" "hahahaha,hukumannya lho lucu"kata Kevin "ada bener ini ya Ren"kata Alan juga tidak percaya "iya ada"kata Rendra "wah ngaco nih lama-lama"kata Kevin "jangan-jangan nanti ada hukuman main sambil jongkok ya"kata Sella "eh gak ada kalau itu"kata Rendra "hmm lucu ya, udah Lan minum aja"kata Kevin "iya, elu kan habis di cium Chika, sekarang ya minum lah, masak gak mau hukumannya"kata Kiara "siapa bilang gak mau, gw minum aja"kata Alan Alan pun minum air putih. Dia mengambil gelas dan meminum air nya dengan sekali teguk. "aaah...segarrr"kata Alan "udah enak ya Lan, itu hukuman apa gimana sih"kata Kiara "entahlah, aneh tuh kartu elu Ren"kata Kevin "ya gitu, gak tahu juga gw waktu pertama beli"kata Rendra "emang sama cewek elu sering main ini kartu"kata Kevin "enggak sih, hanga sekali aja iseng-iseng"kata Rendra "terus lanjutannya apa"kata Kevin "jangan kasih tahu Ren, biar rahasia aja"kata Sella "eh elu Sel"kata Kevin "ya gak seru kalau udah tahu semuanya dong"kata Sella "iya, kalau masih tertutup malah bikin penasaran aja"kata Kevin "ya udah ayo main lagi dah"kata Kiara "ah elu gak ikutan aja ngajak-ngajak"kata Kevin "gw bandarnya, jangan protes"kata Kiara Kiara pun mengocok kartu lagi dan membagikan masing-masing pemain dua kartu. "udah, ada yang mau tukar?"kata Kiara Semuanya pun siap untuk menukar tansa mereka tidak puas dengan kartu yang di milikinya termasuk Kevin "ya udah tukar"kata Kiara Mereka menukar ke arah kanan mereka sesuai undian. "yess gw menang ya"kata Sella "iya, ambil kartunya Sel"kata Kevin bersemangat karena Sella berada di kirinya berharap dia mendapatkan rezeki runtuh seperti yang di alami Alma ketika Chika kalah tadi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN