"Sepertinya ilusi memang hanya bisa diimajinasikan saja, disentuh dia tak ada, didekati dia menghindar." _______________ Zada tidak langsung pulang ke rumah, ia justru datang ke lapangan basket yang lama tak terpakai itu di dekat area kontrakan. Dia turun dari motornya, menatap sekeliling dan semuanya masih terlihat sama seperti ketika ia bersama gadis itu datang ke sana, menikmati hujan serta main basket berdua. Sesak sekali. Zada mendengkus, dia masuk ke area lapangan yang usang itu, melihat lukisan mural yang tak lagi utuh gambarnya karena tembok sudah mulai mengelupas dan jatuh menjadi kepingan-kepingan tak berguna. Bola basket itu juga masih utuh, ada di sisi salah satu tiang ring yang sudah berkarat. Zada menghampiri benda itu lalu meraihnya, dia melemparnya melewat

