"Lalu kapan kalian akan menikah?" Tiba-tiba Alan menanyakan sebuah pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah di tanyakan siapapun. Pertanyaan itu sukses membuat kening Alan mengkerut, lalu memilih membuang wajahnya ke arah yang lain kemudian mengangkat sedikit bahunya. "Entahlah, dia bahkan tidak respect padaku" 'Respect?, memang Rose wanita yang sulit untuk kutaklukkan, sehingga aku tidak heran jika dia tidak respect padaku. Dia hanya ingin menemaniku bertemu kakek dan nenek, namun dia juga memilih diam ketika kuperkenalkan dia sebagai calon isteriku' gumam Alan sendiri dalam hatinya. "Kenapa?" Membuang nafas kasar dan menariknya kembali perlahan, Alan sulit untuk menggambarkan semua yang terjadi antara mereka. Sebelumnya Dirga dan Alan memang tidak banyak bertukar pikiran masalah pac

