*Alfath pov Gadis ini kutarik menuju lift khusus untuk petinggi Xaviar yang tak perlu mengantri untuk bisa mengaksesnya. Aku menuju kelantai paling atas tempatku bekerja. Didalam lift tidak ada pembicaraan, Mikayla menjadi patung tepat berdiri dibelakang. Dari kaca kuperhatikan ia menunduk memainkan jarinya, aku tahu dia sangat gugup. Kaki gadis itu tidak berhenti bergerak gusar. Ting Pintu lift terbuka, aku berbalik dan menarik tangannya keluar dari lift. Aku menariknya masuk kedalam ruanganku. Sebelum benar-benar masuk ke ruangan pribadiku. Aku berhenti tepat di depan meja sekertaris yang menjaga lobby. Kedua sekertarisku menatap kami seraya membungkuk memberi hormat. Aku berucap dengan angkuh. "Selama gadis ini belum keluar dari ruanganku, jangan biarkan siapa saja masuk! Kalian men

