24 - After

1092 Kata

Ara tidak berhenti menangis. Hari sudah malam, tapi ia tidak bisa tidur dan air matanya mengalir semakin deras. Raka berada di belakangnya, tidur seraya memeluknya sangat erat. Tubuh mereka masih telanjang, hanya berlindung pada selimut yang menutupi saja. Raka tidak membiarkan Ara untuk pergi bahkan sekadar ke kamar mandi. Tubuh Ara rasanya remuk. Ia lelah sekali, tidak hanya tubuh tapi pikiran. Sekarang Ara ingin turun, ia ingin mandi, ia ingin melihat Cleo. “Berhenti nangis,” ucap sebuah suara. Rupanya Raka terbangun karena isak Ara yang masih terdengar. “A- aku mau turun. Mau lihat Cleo.” “Nggak,” balas Raka singkat. Pria itu menarik Ara untuk lebih erat ia dekap. “Kasihan Cleo.” “Ada mama.” “Tapi . . . .” “Kamu masih mau ngelawan? Emosi aku belum reda hanya karena aku su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN