Seperti apa yang sudah di katakan oleh Adam kepada Ingrid, dirinya benar-benar menemui Erik untuk mencari tahu kebenaran yang terjadi, atau setidaknya seperti itu. Dan kala itu ketika bel pulang tiba, segera saja Adam pergi terlebih dahulu dan berpamitan kepada Rose serta Roul, karena dirinya akan mampir ke camp pemadam kebakaran.
“Aku akan pergi untuk bertemu dengan tim Tony, kalian pulang duluan saja!” ucap Adam kepada Rose dan juga Roul, yang keduanya pun memberikan tanggapan yang berbeda, di mana Rose menganggukkan kepalanya, sedangkan Roul menggelengkan kepala seraya berkata,
“Mana mungkin aku pergi duluan Adam! Aku ikut denganmu saja!” ucap Roul, yang pada akhirnya membuat Adam pun menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan dari Roul pada saat itu,
“Baiklah … come on!” ajak Adam kepada Roul, dan keduanya pun pergi menuju camp para pemadam, dan tidak lupa mereka membawa satu pack paket sandwich dari toko sandwich ternama, agar setidaknya mereka bisa berbasa-basi datang ke sana di malam itu.
Setibanya di camp, Adam segera saja menyapa Tony yang juga terlihat terkejut atas kedatangannya.
“Kami membawa sandwich untuk kalian!” ucap Adam kepada Tony, yang tentu saja membuat teman-teman tim Tony segera bersorak dengan senang dan segera saja menyambar box sandwich yang baru saja di letakkan oleh Roul di atas meja tersebut.
“Ah, terima kasih banyak Adam!” ucap Tony kepada Adam yang kini tersenyum dan menganggukkan kepalanya, tidak lama dari sana pandangan Tony saat ini tertoleh menatap ke arah seorang lelaki yang baru saja keluar dari kamar mandi, yang membuat Tony pun kini segera saja menyapanya dan berkata,
“Oh, Kapten kemari lah! Lihatlah … Adam dan Roul memberikan banyak sandwich untuk kita1” ucap Tony kepada Erik, yang tentu saja karenanya membuat Adam segera saja menoleh menatap Erik yang kini berjalan menghampiri mereka, kini Erik menoleh menatapnya untuk kemudian tersenyum dan berkata,
“Ah, benarkah itu?? terima kasih, Adam!” ucap Erik kepada Adam, yang seketika saja mengembangkan senyuman dari Adam ke arah Erik, meski pun tersenyum, dirinya saat ini merasakan keanehan yang mulai terjadi. Dan hal itu di rasakan oleh Adam ketika merasa jika Erik yang sangat humble kepadanya saat itu tidak menjawab atau memeluknya seperti biasa yang selalu ia lakukan jika mereka bertemu, yang tentu saja hal itu membuat Adam menjadi bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi dengan Erik pada saat itu.
“Jadi bagaimana dengan kabar anak itu, Adam?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik, membuat Adam mengerutkan dahinya dan kemudian bertanya,
“Eum .. apa yang anda maksudkan, Erik?” tanya Adam kepada Erik yang kini menatapnya dengan senyuman yang masih sama seperti di awal,
“Joshua, bagaimana kabarnya?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik pada saat itu, seketika saja membuat Adam menoleh menatapnya dengan cukup tajam seraya berkata,
“Dari mana kau mengetahui itu, Erik?? aku tidak pernah menceritakan tentang Joshua kepada siapa pun dan termasuk kepada dirimu!” ucap Adam kepada Erik, yang seketika terdiam kaku dan kemudian kembali tersenyum dan berucap,
“A … ahh … begitu ya!” ucap Erik dan hal itu tentu membuat Adam mengangguk dan menghembuskan napasnya mulai mencurigai jika memang benar ternyata Erik tengah kerasukan pada saat itu.
‘Apakah aku harus memberikan gelang ini kepadanya agar setidaknya makhluk yang merasuki dirinya keluar?’ sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu pun langsung saja diberi sebuah jawaban oleh seorang wanita yang berbisik dengan lembut di telinga Adam, yang membuat Adam yakin jika itu merupakan bisikan yang di ucapkan oleh Ningrum kepada dirinya.
“Jangan Adam … kau akan melukai Erik jika kau melakukan hal itu!” itu lah bisikan yang di dengar oleh Adam yang kini mengerutkan dahinya lagi ketika mendengar bahwa jalan itu adalah jalan yang akan menyakiti Erik, yang pada akhirnya membuat Adam pun mengurungkan niatnya dan kembali berbincang dengan Tony mengenai pekerjaannya dan lain hal sebagainya.
“Ah … ku dengar kau yang memberikan pohon flamboyan itu kepada Tony, apakah itu benar … Adam?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik, kembali membuat Adam menolehkan pandangannya ke arah Erik, dan kemudian membuat Tony berkata,
“Ah … benar kah aku pernah menceritakannya kepadamu, Erik?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony,membuat Erik menganggukkan kepalanya seraya berkata,
“Yeah … kau memberitahukannya kepadaku!” jelas Erik, hal itu membuat Adam menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan tersebut dan berucap,
”Ya, aku yang memberikannya kepada Tony, Erik!” jawab Adam, dirinya kini menatap Erik yang juga menatap dirinya dengan cukup menusuk, yang membuat seketika saja Adam merasakan pusing tujuh keliling hingga dirinya bahkan tidak lagi bisa berdiri dengan benar, yang pada akhirnya Adam seketika terhuyung ke arah samping dan nyaris terjatuh, namun untung dengan sigap Tony menahan lengannya.
“Wow! Adam, You ok?!” itu lah pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony kepada dirinya yang kini menghembuskan napasnya dengan cukup dalam seraya menganggukkan kepalanya. Tubuhnya kala itu merasakan mual yang sangat-sangat dahsyat, seolah Adam ingin muntah saat itu juga. Namun ia berusaha sebisanya untuk menahan rasa mual tersebut, yang membuat wajahnya kini menjadi sangat pucat dan bahkan pelipis Adam mengeluarkan keringat dingin pada saat itu.
Adam menyadari ada hal yang salah dari Erik yang kala itu masih tetap menatapnya dengan tatapan yang menusuk di sana,
“Jangan menatapnya Adam, segera berbalik atau pergi menghadap ke arah cermin!” sebuah bisikan kembali terdengar oleh Adam, yang seketika saja membuat Adam kini menolehkan pandangannya ke arah lain untuk mencari sebuah cermin, dan akhirnya ia mendapatinya di sudut camp tersebut, yang dengan cepat Adam berjalan tertatih-tatih untuk kemudian berhadapan tepat dengan cermin tersebut, dan secepat ia berdiri menghadap ke arah cermin, secepat itu pula rasa mual dan pusing yang di dera oleh Adam mereda hingga pada akhirnya menghilang.
“Hh … hhh …” napas Adam menderu-deru tidak karuan saat itu, yang tentu saja membuat Tony dan juga Roul yang melihatnya kini menjadi kebingungan melihat Adam yang kala itu berjalan dengan cepat hanya untuk menatap ke arah cermin itu.
“Adam, you ok?” kini Roul yang bertanya, dan membuat Adam menatap Roul dari pantulan cermin itu seraya menganggukkan kepalanya dan berkata,
“Aha … yeah, aku hanya sedang ingin bercermin! Cerminnya sangat besar!” ucap Adam menjelaskan kepada Roul, yang tentu saja membuat Tony kini merasa aneh dengan sikap yang di tunjukkan oleh Adam pada saat itu.
Melihat itu, Erik pun kini menghembuskan napasnya dan kemudian berucap, “Yeah! Kalau begitu aku duluan ya … aku ingin segera menyantap sandwich nya!” ucap Erik berpamitan kepada Tony, Roul dan juga Adam, yang membuat ketiganya kini menganggukkan kepala dan Erik pun segera pergi meninggalkan ketiganya di sana, dan bersamaan dengan itu Adam pun menghembuskan napasnya dengan sangat-sangat lega.
“Kau aneh sekali hari ini, Adam!” ucap Roul, namun hal itu tidak di tanggapi oleh Adam, karena kini dirinya termenung ketika ia merasakan hawa dan juga perasaan yang buruk yang seketika saja muncul di dalam hati Adam, sehingga menimbulkan sebuah firasat yang tidak baik pada saat itu, bukan hanya terhadap Erik, namun juga tim yang ada di dalam pimpinannya pada saat itu.
“Apa yang terjadi?? apa yang harus aku lakukan?” itu lah gumaman yang di lontarkan oleh Adam dengan pelan di sana, namun karena dirinya tidak kunjung mendapatkan jawabannya, membuat Adam untuk memikirkan hal itu di apartemen nya saja, karena setidaknya dirinya tidak akan di awasi oleh Erik seperti saat ini.
…
Ini tidak seperti kasus yang pernah aku tanangi sebelumnya, meski ya … kasus atau kejadian ini mengingatkanku kembali kepada Joshua, namun ini berbeda … aku lebih kebingungan dari yang sebelumnya, seolah ini merupakan puzzel yang belum bisa aku pecahkan, mengenai kenapa mereka menyerang Erik? Kenapa mereka menargetkan Tony dan Ingrid? Yang jelas-jelas mereka tak ada hubungannya dengan Sarah dan juga Hutan terkutuk itu. Hingga aku pun memutuskan untuk mencari tahu semuanya secara mendetail, yang membuatku harus mengambil cutiku dan bertemu dengan teman lama yang pernah membantuku sebelumnya, dan ya … aku harap kali ini mereka juga akan membantu diriku sama seperti peristiwa Joshua Hilmer.
-Adam
To Be Continue.