Siang itu, suasana di dalam sebuah ruang kantor sangat-sangat berisik, dan itu merupakan sesuatu hal yang berbeda dari kantor yang lainnya, dan ya … tempat di mana semua karyawan yang bekerja di sana tidak pernah berhenti berbicara adalah tempat layanan Emergency. Seperti biasa Adam sudah cukup menangani banyak sekali orang di hari itu, di antaranya nenek yang memimta pertolongan untuk dikirimkan ambulance karena suaminya, yaitu sang kakek mendadak sesak napas, lalu seorang anak berusia lima belas tahun yang meminta bantuan kepadanya untuk segera mengirimkan bantuan setelah teman sebayanya tersangkut di sebuah pagar rumah yang kala itu di penuhi anjing yang galak yang tidak pernah berhenti menggonggong kepada mereka, dan itu lah beberapa kasus yang di tangani oleh Adam.
“Baik, kami segera kirim bantuan kepada anda, Sir … untuk sementara waktu tetap lah menemani istri anda dan yakinkan dirinya jika melahirkan saat ini adalah waktu yang tepat dan tidak akan ada yang terjadi terhadap anak kalian, anda mengerti?” sebuah ucapan yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu pun di balas oleh lelaki yang baru saja meminta pertolongan kepadanya, dan kembali membuat Joshua mengangguk seraya tersenyum dan berucap,
“Yes, Sir … itu sudah menjadi tugasku!” ucap Adam, sebelum akhirnya Adam pun memutuskan sambungan tersebut ketika mendengar kabar jika ambulance baru saja datang.
Pip!
Pandangan Adam menatap ke arah tombol lampu yang menyala di sampingnya, dan hal itu membuat dirinya hendak menekan tombol hijau untuk kembali melayani masyarakat yang membutuhkan di sana, namun pergerakannya terhenti ketika bahu darinya baru saja di tepuk oleh seseorang pada saat itu, yang membuat Adam kini menoleh ke arah samping dan tidak ia dapati siapapun di sana, yang tentu saja membuat Adam kini mengerutkan dahinya merasa ada yang aneh saat itu.
“Hei, Adam!” sebuah panggilan pun pada akhirnya membuat Adam menolehkan pandangannya ke arah seorang lelaki tua yang bertanggung jawab atas segalanya di sana dan kemudian membuat Adam pun melepaskan headset yang terpasang di kepalanya untuk kemudian berdiri dari tempat duduknya ketika lelaki tersebut mendekati Adam,
“Yes, Henry??” tanya Adam kepada Henry yang kini menunjuk ke arah belakang dengan menggunakan ibu jari miliknya seraya berkata,
“Ada seseorang yang ingin menemuimu! Dia berada di lobby utama saat ini!” ucap Henry kepada Adam, yang tentu saja membuat dirinya kini mengerutkan dahinya dan bertanya-tanya di dalam hatinya mengenai siapa yang datang di sela-sela pekerjaannya saat ini? Namun karena dirinya tidak tahu dan merasa penasaran, membuat Adam pun berjalan keluar dari kantornya di lantai tiga untuk kemudian turun menuju lantai satu, di mana ruang tunggu pada saat itu di satukan dengan lobby utama, karena tentu saja para tamu tidak boleh melihat kondisi yang terjadi di atas, atau mereka akan segera merasakan pusing karena harus mendengar banyak sekali suara pada saat itu.
Adam berjalan menuruni anak tangga, dan langkahnya terhenti sejenak ketika mendapati seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang yang semula bergelombang kini sudah terpotong pendek sependek bahu dengan gaya lurusnya, namun poni dari rambut wanita itu tetap menjuntai di sana, dan itu sangat indah. Memberikan kesan gaya seperti seorang ratu dari mesir, atau mungkin lebih cantik lagi darinya. Namun, detik kemudian dahi Adam kini mengerut ketika menyadari apa yang wanita itu lakukan di sini saat ini.
“Apa yang dia inginkan?” itu lah gumaman yang di lontarkan oleh Adam kepada wanita itu, yang pada akhirnya Adam pun kembali berjalan untuk mendekati wanita tersebut dan berdeham seraya memanggil nama dari wanita itu,
“Ingrid?” sebuah panggilan yang di lontarkan oleh Adam, membuat Ingrid yang kala itu tengah menatap ke arah jendela luar pun kini menoleh menatapnya, yang kemudian membuat Ingrid pun berdiri dari duduknya seraya menatap Adam dengan sangat-sangat serius, yang membuat Adma kini merasa jika saat ini Ingrid menginginkan semacam konfirmasi atau apapun itu darinya.
…
Siang itu, Adam dan juga Ingrid terduduk di cafe kantor Adam dan pandangan Adam terus menatap Ingrid dengan penur rasa penasaran pada saat ini,
“Apa yang ingin kau tanyakan?? sepertinya kau terlihat sangat kebingungan, Ingrid!” ucap Adam kepada Ingrid, yang kini mengerutkan dahinya dan menoleh menatapnya dengan sangat-sangat serius,
“Mungkin aku gila karena bertanya hal ini kepadamu Adam, tapi … hatiku pagi ini meminta jika aku harus bertanya kepada dirimu, jadi aku datang kemari untuk bertanya mengenai hal yang membingungkanku dan membuatku takut!” ucap Ingrid panjang lebar kepada Adam, yang kini dengan santainya menganggukkan kepala seraya berkata,
“Cerita kan lah Ingrid!” ucap Adam kepada Ingrid, yang kemudian membuat Ingrid pun kini menghembuskan napasnya dan kemudian berkata,
“Semalam aku bermimpi, dan di dalam mimpi itu aku bertemu dengan seorang wanita bernama Ningrum … eum, apakah kau tahu siapa dia?? dia mengatakan kepadaku jika dia datang ke dalam mimpiku untuk melindungiku, apakah itu benar?? apakah dia datang untuk melindungiku??” tanya Ingrid, dan menurut Ingrid saat ini dirinya pasti terlihat seperti seseorang yang putus asa atau bahkan gila, karena bertanya mengenai seseorang yang ia temui di dalam mimpinya kepada seseorang yang sama sekali tidak berkaitan dengan mimpi itu, namun betapa terkejutnya Ingrid ketika mendapati Adam menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan yang di lontarkan oleh Ingrid pada siang itu,
“Huh??” tanya Ingrid ketika terkejut melihat Adam menganggukkan kepalanya,
“Yeah … dia adalah pelindung, Ningrum … wanita itulah yang menuntunku selama ini!” ucap Adam kepada Ingrid yang kini terlihat ragu ketika mendengar jawaban yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu, seolah Ingrid merasa jika Adam berpura-pura mengatakan hal itu agar setidaknya hal itu membuat Ingrid tidak ketakutan saat ini. Melihat keraguan itu, membuat Adam pun kini mengetuk gelang yang dikenakan oleh Ingrid seraya berucap,
“Gelang pemberianku ini lah yang menariknya dan ikut melindungimu juga Ingrid!” ucap Adam kepada Ingrid yang kini semakin meragukan Adam,
“Benarkah??” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Ingrid pada saat itu, membuat Adam menganggukkan kepalanya dan kemudian berkata,
“Wanita itu cantik, mengenakan selendang coklat indah serta baju yang berbunga-bunga yang hanya menutupi tubuhnya saja tanpa menutupi lengan dan bahunya, apakah wanita yang kita bicarakan itu mirip, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu, benar-benar mengejutkan Ingrid yang kini hanya membelalakan kedua matanya tanpa berucap apapun, dan hal itu membuat Adam tahu jika Ingrid tidak memerlukan bukti dan tidak perlu meragukan dirinya lagi.
“Tenang lah … dia orang yang baik!” ucap Adam kepada Ingrid yang kini menganggukkan kepalanya dan mulai percaya dengan Adam,
“Jadi … apa yang kau impikan malam tadi?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam kembali kepada Ingrid, membuat Ingrid pun segera menolehkan pandangannya lagi untuk kemudian menatap Adam yang kemudian membuat dirinya kini menghembuskan napas untuk kemudian berkata,
“Aku bermimpi seram mengenai Erik, kapten dari Tony!” ucap Ingrid kepada Adam, yang kemudian membuat Adam mengerutkan dahinya ketika mengingat Erik yang di maksud, dan menganggukkan kepalanya ketika mengingat bahwa Erik yang Ingrid maksud adalah lelaki yang juga ia kenali.
“Yeah … aku mengenalnya juga, jadi … apa yang terjadi padanya, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu, membuat Ingrid kini menghembuskan napasnya dengan perlahan seraya mengedikkan kedua bahunya untuk kemudian berkata,
“Entah lahh … hhh … itu terlalu menakutkan untukku!” ucap Ingrid kepada Adam yang kini membuat Adam menghembuskan napasnya dan menganggukkan kepala seraya berucap,
“Kau bisa menjelaskannya secara perlahan … aku akan mendengarkan dan menunggumu!” ucap Adam kepada Ingrid, yang kini menoleh menatapnya untuk kemudian mengangguk seraya berkata,
“Aku melihat … eum tidak … pertamanya aku memang melihat dirinya berlari ketakutan, dan aku juga melihat ada makhluk besar hitam yang juga mengejar dirinya di sebuah desa yang sangat sepi!” ucap Ingrid dan membuat Adam mengerutkan dahinya dan menganggukkan kepalanya dengan cepat seraya berkata,
“Lalu?” tanya Adam kepada Ingrid yang kemudian membuatnya kini kembali menghembuskan napas, seolah sangat sulit bagi Ingrid untuk bercerita, namun Adam terlihat sangat sabar dan menunggu Ingrid untuk bercerita semuanya kepadanya,
“Karena takut, aku ragu untuk mengikutinya .. namun Ningrum datang dan memperkenalkan dirinya, awalnya aku meragukannya … aku pikir dia menuntun aku untuk masuk ke sebuah mimpi buruk, namun ia mengatakan jika ia berusaha memperbaiki mimpi itu agar setidaknya aku tidak merasakan apa yang dia rasakan!” ucap Ingrid, dan membuat Adam mengerutkan dahinya seraya berkata,
“Apa yang dia maksud??” tanya Adam kepada Ingrid yang kini menggelengkan kepalanya dan berucap,
”Entah lah .. tapi, dia pun mengatakan jika aku akan sering mendapatkan mimpi yang menyakitkan, dan setelahnya aku tersadar ketika aku berada di dalam tubuh Erik yang saat itu aku rasa sangat-sangat ketakutan!” jelas Ingrid, dan membuat Adam menganggukkan kepalanya lagi,
“Dan setelahnya … aku terbangun ketika aku menyadari jika monster hitam besar itu merasuki tubuh Erik!” jelas Ingrid lagi, dan seketika saja Adam menghembuskan napasnya dengan sangat panjang dan menganggukkan kepalanya seolah dirinya sudah mengerti apa yang dimimpikan oleh Ingrid pada saat itu.
“Apa yang terjadi, Adam?? apakah Erik tidak akan baik-baik saja??” tanya Ingrid kepada Adam, yang kini membuat Adam menggelengkan kepala seraya berucap,
“Aku tidak tahu pasti, tapi … biarkan malam ini aku yang bertemu dengannya, tak ada lagi yang perlu kau khawatirkan setelah ini Ingrid! Dan aku akan mengabarimu jika aku mendapatkan jawaban dari mimpimu itu, dan jika tidak ada … mungkin itu hanya sebuah mimpi acak saja!” jelas Adam kepada Ingrid yang menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Adam pada saat itu.
“Baiklah .. terima kasih Adam!” ucap Ingrid, dan membuat Adam menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan dari Ingrid siang itu.
…
To Be Continue.