Hadiah dari teman baru

1403 Kata
“Hahh … kau tahu, untung saja Ingrid sangat menyukai bunga!” gumamku kepadanya, dan hal itu membuat Rose yang tengah menanam beberapa pohon bunga kenanga yang berbentuk semak setinggi pinggag di sana pun menganggukkan kepalanya dan berucap. “Tentu! Semua wanita menyukai bunga, dan itu sudah pasti!” ucap Rose kepadaku dan hal itu membuatku terkekeh dan menggelengkan kepala seraya berucap, “Tidak semua … Adikku alergi bunga!” ucapku kepadanya, dan hal itu membuat Rose menoleh menatapku dna berkata, “Oya?!” tanyanya dan aku menganggukkan kepala untuk menanggapi hal itu, “Wah … sayang sekali!” ucapnya, dan itu membuatku tersenyum mendengarnya, “Wait … aku pikir kau adalah anak tunggal Tony!” pandanganku menoleh menatap Roul yang baru saja berucap seperti itu, dan membuatku kini tertawa seraya berkata, “Kau tidak mengenalku dengan baik … aku memiliki dua kaka dan satu adik, Roul!” ucapku kepadanya, dan hal itu membuat Roul semakin terkejut dengan membelalakan kedua matanya dan menatapku seraya berkata, “Oya?!” tanyanya, dan aku menganggukkan kepala menjawabnya, “Yeah!!” dan itu membuat kami tertawa bersama, karena melihat raut wajah Roul yang bisa ku katakan sangat-sangat jelek, hingga bisa di katakan dirinya tengah melakukan komedi dengan wajahnya itu. Aku merasa senang, setidaknya ada yang ingin membantuku, dan berkat Adam aku memiliki teman baru, Rose … dia teman yang cukup seru, dan bahkan aku yakin Ingrid akan sangat akrab dengannya nanti. … Flash Back off (Back To Ingrid and Tony)  “Jadi … yang menyarankan untuk pindah adalah Adam?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Ingrid pada saat itu, membuat Tony menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan tersebut. “Yeah … setidaknya, aku juga memang sudah meniatkan untuk membeli rumah ketika aku menikahimu nantinya, dan aku rasa sekarang adalah waktu yang tepat!” ucap Tony kepada Ingrid, yang kemudian membuat Ingrid tertawa mendengar hal itu dan memeluk bahu dari Tony yang kini tersenyum karena tingkah malu dari kekasihnya yang satu itu. …. Malam itu Ingrid tinggal untuk pertama kalinya di rumah tersebut, dan satu kata yang bisa di ucapkan oleh Ingrid ketika menggambarkan suasana malam itu, adalah ‘tenang’ ia merasa tenang dan juga aman selama berada di dalam rumah tersebut, dan hal itu tentu saja membuat dirinya bertanya-tanya kenapa suasana di rumah itu bisa lebih tenang dan nyaman untuknya, yang pada akhirnya membuat Ingrid pun bisa tertidur dengan sangat-sangat nyenyak. Ingrid bahkan tidak bermimpi buruk sama sekali di malam itu, dan itu adalah point utama yang harus di syukuri olehnya pada saat itu. Ia tertidur begitu nyenyak hingga pada akhirnya ia terbangun ketika pagi sudah menyingsing dan masuk dari sela-sela gorden jendela untuk kemudian menyinari dan menerpa wajah dari Ingrid pagi itu. Dan silau nya sinar mentari saat itu, membuat Ingrid tentu saja terganggu dan pada akhirnya terbangun dari tidurnya. “Hh …” dengan senyuman yang merekah, pandangan Ingrid kini tertuju ke arah samping di mana Tony sudah tidak ada di sampingnya, yang tentu saja membuat Ingrid mencari di mana keberadaan kekasihnya yang satu itu. Kltrang! Namun, ketika sebuah suara ribut terdengar di bawah sana, membuat Ingrid yakin jika kekasihnya yang satu itu tengah menyiapkan sebuah hidangan pagi, yang pada akhirnya membuat Ingrid dengan gembira pun beranjak dari atas kasurnya dan berlari kecil menuju wastafel di kamar mandi samping kamar tidurnya untuk kemudian berjalan menuruni anak tangga tersebut. Dengan rambut hitam panjang yang kala itu ia ikat menggunakan karet rambut, serta senyuman yang terus terkembang di sana, ia ingin sekali menyapa Tony kekasihnya, namun alih-alih sang kekasih yang ia hadapi saat ini, justru Adam serta Roul yang berada di ruang tengah saat itu lah yang mengejutkan Ingrid saat itu. “!!!” “O!” ucap Roul ketika mendapati Ingrid yang kini berhenti tepat di hadapan mereka, dan Adam yang tadinya tengah menoleh menatap ke arah dapur pun kini segera menoleh untuk kemudian menatap Ingrid. “Ahh … hello!” ucap Ingrid dengan canggung kepada keduanya, dan hal itu membuat Roul menganggukkan kepalanya dan tersenyum untuk membalas sapaan dari Ingrid saat itu, sedangkan Adam hanya mengangguk tanpa berucap apapun. “Ah, kau sudah bangung Ingrid?? sorry, aku tidak membangunkanmu! Dan kenapa kalian terus berdiri di sana?? duduk lah!” ucap Tony seraya melenggang dari ruang dapur menuju ruang tengah dan mempersilahkan kedua tamu yang baru saja datang saat itu untuk terduduk. “Ah … kami tidak akan lama, Tony!” ucap Adam kepada Tony, namun Tony menggelengkan kepalanya dengan cepat dan kemudian berucap, “Tidak, Tidak … aku tahu hari ini kalian tidak bekerja!” ucap Tony kepada dam dan juga Roul yang kemudian membuat Roul menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, sedangkan Adam kini berucap, “Yes … tapi kami juga memiliki hal lain yang harus kami lakukan , kami ke mari hanya untuk memberikan titipan dari Rose saja!” ucap Adam menanggapi ucapan Tony di sana, yang tentu saja membuat Tony kini mengedikkan kepalanya mendengar hal itu, “Huh?? titipan?” tanya Tony, dan hal itu membuat Roul kini menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Tony, “Titipan itu ada di dalam mobil!” ucap Roul kepada Tony, yang membuat Tony kini mengedikkan kepalanya mengajak Roul untuk mengambil titipan tersebut seraya berkata, “Memang apa yang ia titipkan kepada kalian?” tanya Tony seraya melenggang pergi dari ruang tersebut bersama dengan Roul, dan meninggalkan Adam bersama dengan Ingrid di dalam ruang itu saat ini. Menyadari jika setidaknya ia harus berbicara dengan seorang tamu dan terlebih dia adalah teman dari Adam, membuat Ingrid pun kini bertanya, “Ah, kau ingin meminum sesuatu Adam?” tanya Ingrid kepada Adam yang kini mendengarnya dan kemudian menggelengkan kepala untuk menanggapi hal itu, “Ah .. tidak perlu, kami tak akan lama!” ucap Adam tersenyum kepada Ingrid yang kini menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, “Eum … bagaimana perasaanmu di sini, Ingrid?? apakah nyaman?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu pun membuat Ingrid tersenyum dan menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan tersebut, “Terima kasih, karena saran yang kau berikan kepada Tony … aku lebih merasa nyaman berada di sini saat ini, Adam!” ucap Ingrid kepada Adam yang menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, “Syukur lah jika kau merasa nyaman di rumah ini! Ah … bagaimana dengan pekerjaanmu? Apakah kau akan tetap bekerja sebagai guru tk?” tanya Adam kepada Ingrid yang kini tersenyum untuk kemudian menggelengkan kepalanya seraya berkata, “Entah lah … aku belum memutuskan hal itu, tapi untuk sementara waktu dan beberapa bulan ini aku mengambil cuti!” ucap Ingrid dan kembali membuat Adam menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, tidak lama dari sana Roul dan Tony pun datang membawa beberapa box buah-buahan yang tentu saja mengejutkan Ingrid yang melihatnya, “Astaga! Banyak sekali!!” ucap Ingrid kepada Tony, dan hal itu membuat Tony menganggukkan kepala dan Roul berucap, “Yeah, kebetulan Rose memang memiliki banyak perkebunan buah … dan karena kalian berdua adalah teman barunya, jadi dia setidaknya ingin kalian merasakan nyaman dengannya! Anggap sebagai hadia karena telah mendapatkan rumah baru!” ucap Roul kepada Ingrid yang kini tersenyum menanggapi hal itu, “Tolong sampaikan rasa terima kasihku kepadanya, eum …??” pandangan Ingrid kini menatap Roul dengan penasaran, menyadari hal itu membuat Roul segera berkata, “Ah benar! Aku Roul! Salam kenal, Ingrid!” ucap Roul seraya menjabat tangan Ingrid yang kini tersenyum menanggapi hal itu, “Ah ya … salam kenal juga, terima kasih atas hadiahnya!” ucap Ingrid dan membuat Roul menganggukkan kepalanya, pandangan Adam kini menoleh menatap Tony yang menatap ke arahnya seraya berucap, “Kau tahu, ini terlalu banyak untuk kami!” ucap Tony kepada Adam yang kini tertawa mendengarnya untuk kemudian berucap, “Jika terlalu banyak, bagikan pada tim mu! Bukankah mereka juga banyak?” sebuah saran yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu, membuat Tony pun menyadarinya dan menganggukkan kepalanya dan kemudian berkata, “Ah! Kau benar … mereka juga tidak tahu kalau aku pindah, aku akan memberi kabar kepada mereka semua, agar setidaknya datang ke mari dan melihat-lihat rumah baruku ini!” ucap Tony, dam membuat Adam serta Roul menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu. “Kalau begitu, kami akan pergi Tony … kami harus menemui teman kami yang lainnya, karena Rose menitipkan box lainnya!” ucap Adam kepada Tony, yang kemudian membuat Tony dengan semangat menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu. Keduanya pun pergi setelah berpamitan kepada Ingrid dan juga Tony, dan akhirnya keduanya pun kembali berdua di dalam rumah nyaman itu.  ... To Be Continue.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN