Dengan kedua kaki Ingrid yang terasa berat untuk melangkah saat itu, ia berusaha sekuat yang ia bisa untuk keluar dari apartemennya dan masuk ke dalam lift.
“Aku pergi ke lantai dasar saat ini, tapi … hhh aku tidak yakin jika hanya aku saja yang menyaksikan mereka! Bagaimana jika jalanan di sana penuh?? bagaimana jika aku benar-benar tidak kuat untuk melihat kondisi dari keempat anak itu?” Ingrid bertanya kepada sang operator yang kemudian membalas dengan berkata,
“Tidak apa … yang terpenting kau berada di lantai dasar untuk saat ini!” ucap sang operator kepada Ingrid yang kini mulai bersandar pada dinding lift setelah ia merasa bahwa tubuhnya benar-benar lemas saat itu.
Ting … ting …. ting …
Suara lonceng dari lift berbunyi seiringan dengan berlalunya satu per satu lantai apartemen di sana, dan hanya itu lah yang bisa di dengar oleh Ingrid pada saat itu.
“H …halo? Apa kau masih di sana?” tanya Ingrid kepada sang operator, karena dirinya takut jika sang operator menutup telepon yang tengah mereka lakukan saat ini.
“Ya, aku masih tetap berada di sini dan menemanimu Ingrid!” ucap sang operator menjawab pertanyaan itu, yang tentu saja membuat Ingrid kini menghembuskan napasnya dengan lega dan menganggukkan kepala menanggapi hal itu.
Ting!
Pandangan Ingrid kini tertuju ke arah pintu lift yang terbuka di tempat dimana Ingrid tuju, yaitu lantai dasar dari apartemen.
“Hh …. aku sudah berada di lantai dasar, a .. apakah aku harus benar-benar mengecek kondisi keempat anak itu?” Ingrid bertanya karena dirinya merasa sangat ragu, ia ragu untuk mendekati dan menyaksikan kondiri dari keempat anak di sana, ia takut jika ia akan mengalami mimpi yang buruk setelah ia melihat kondisi keempat anak itu.
“Apakah di sana ada sebuah kerumunan, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh sang operator saat itu, membuat Ingrid menolehkan pandangannya ke depan, namun bersamaan dengan itu sebuah sirine ambulance dan juga pemadam kebakaran, membuat Ingrid semakin merasa lega saat ini.
“Mereka sudah datang! Aku akan menghampiri mereka sekarang, terima kasih!” ucap Ingrid dengan cepat menutup telepon miliknya dan segera berlari ketika mendapati Tony masuk ke dalam apartemen dengan wajah yang penuh dengan kecemasan.
“Ingrid, you okay?!” tanya Tony dengan penuh kekhawatiran yang tentu saja membuat Ingrid kini menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony kepada dirinya pada saat itu.
“Anak-anak itu melompat, Tony! Aku tidak tahu bagaimana keadaan mereka sekarang, aku takut!” ucap Ingrid melapor kepada sang kekasih yang kini menganggukkan kepalanya dan kemudian bertanya,
“Iya, aku mengerti … kami akan melihat kondisi mereka, mereka akan baik-baik saja ditangan timku!” ucap Tony kepada Ingrid yang kala itu menangis dan menganggukkan kepalanya, melihat sang kekasih menangis, tentu saja membuat Tony menjadi tak tega dan segera memeluknya dengan erat.
“Tony! Come here, you have to see this!” ucap sang captain dari walkie talkie yang menempel di seragamnya saat itu, yang kemudian membuat Tony pun segera melepaskan pelukannya dengan Ingrid dan menatap sang kekasih dengan amat lembut,
“Babe! untuk saat ini aku ingin kau tenang dan terduduk lah di sini! Setelahnya aku akan kembali, okay?” ucap Tony kepada Ingrid yang kini menatapnya dan menganggukkan kepalanya menanggapi perintah dan permintaan dari Tony, Ingrid terduduk di sofa aula apartemen itu, sedangkan Tony kini segera berlari menuju tempat di mana sang captain berada.
Saat itu, banyak sekali para petugas baik dari madice maupun pemadam kebakaran yang berada di gang yang memisahkan antara dua apartemen saat itu, apartemen los d angel serta apartemen treasure.
“Kaptain!” panggil Tony kepada sang Kapten yang kala itu menoleh menatapnya dan kemudian berucap,
“Yeah Tony, sepertinya kita mendapatkan sebuah laporan palsu!” ucap sang kapten kepada Tony, yang seketika membuat dirinya mengerutkan dahi dan kemudian bertanya,
“Apa yang anda maksud dengan laporan palsu, sir?” tanya Tony, yang bersamaan dengan itu snag kapten pun menunjuk ke arah depan, di mana kini para petugas medis dan juga pemadam tengah menatap ke arah sekitar untuk mencari empat orang anak yang terjatuh di sana, namun tak ada siapapun dan apapun yang berada di gang sempit yang memisahkan kedua apartemen itu.
“Sir, kami tak menemukan apapun di sini!” ucap Robert salah satu pemadam kebakaran yang berada di bawah pimpinan dang kapten, yang tentu saja membuat Tony mengerutkan dahinya dan kemudian berkata,
“Mana mungkin?? dia adalah orang yang jujur, dia tidak pernah berbohong sebelumnya, Kap!” ucap Tony kepada sang kapten yang kemudian menganggukkan kepalanya,
“Kapten, saya menemukan ini!” sebuah ucapan yang di lontarkan oleh salah seorang petugas pemadam di sana, membuat mereka semua serempak menoleh menatap ke arah lelaki itu yang kini memperlihatkan sebuah boneka yang memiliki banyak noda darah, yang tentu saja mengejutkan para petugas yang ada di sana.
“What is that?!” tanya Robert kepada sang Kapten yang kala itu diberikan boneka tersebut kepadanya, yang kemudian membuat sang kapten kini mengerutkan dahinya untuk kemudian menoleh menatap ke arah para membernya dan berucap,
“Tony, Robert dan Maya! Kalian pergi ke apartemen los d angel lebih tepatnya ke lantai dua belas B dan tanyakan perihal anak kecil, apakah mereka memiliki anak kecil atau tidak dan segera laporkan padaku setelahnya, dan William, Steve dan Bugh! Kalian pergi ke apartemen Treasure dan datangi lantai empat belas, tolong tanyakan hal yang sama seperti yang lainnya, now!” ucap sang kapten, yang membuat mereka serempak menganggukkan kepalanya dan segera pergi menjalankan semua tugas yang diberikan oleh sang kapten.
Sedangkan sang Kapten kini berjalan mendekati pihak medis dan kemudian berucap,
“Bisakah aku meminta bantuan darimu?” tanya sang Kapten kepada pihak medis yang kini menganggukan kepalanya dan berucap,
“Yes, Kapten Erik … apa yang bisa saya dan anak-anak saya bantu?” tanya sang paramedis kepada kapten Erik yang kini memperlihatkan boneka itu kepada sang paramedis seraya berucap,
“Tanyai Nona Ingrid, seorang wanita yang ada di aula apartemen treasure mengenai pakaian dan deskripsi tubuh dari keempat anak yang ia lihat saat itu, hanya satu orang saja! Dan yang lainnya bantu aku mencari sesuatu di sekitar ini! Kali saja kita mendapatkan boneka lainnya!” ucap kapten Erik kepada mereka yang kemudian serempak mengangguk dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Erik untuk mencari boneka dan menanyai Ingrid mengenai kejadian yang ia lihat pada saat itu.
…
Tok … tok … tok …
“This is Bafehood Fire Departemen, apakah ada orang di dalam?!” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony pada saat itu pun membuat salah satu lelaki tua kini membukakan pintunya dan menatap Tony yang kini tersenyum menatapnya,
“Sir, apakah saya boleh bertanya kepada anda?” itu lah yang di lontarkan oleh Tony pada saat itu, sedangkan sang pria tua itu kini menolehkan pandangan ke kanan dan kiri setelah ia mendengar jika pintu yang lainnya pun di ketuk.
Tok … tok … tok …
“This is B.F.D, apakah ada orang di dalam?!” itu lah yang di tanyakan oleh para pemadam yang lainnya, yang kemudian membuat sang pria tua yang tengah berhadapan dengan Tony pun menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu dan bertanya,
“Ada apa?” tanya sang lelaki tua kepada Tony yang kemudian bertanya,
“Apakah anda tinggal bersama dengan cucuk atau anak anda, sir?” tanya Tony kepada lelaki tua itu yang kini menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan dari Tony, yang kemudian membuatnya kini berucap,
“Saya tinggal di sini sendirian!” ucao pria tua itu, yang kemudian membuat Tony pun menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban itu,
“Ah … kalau begitu maaf jika saya mengganggu anda, terima kasih atas partisipasi anda!” ucap Tony kepada pria tua itu yang kini menganggukkan kepalanya dan segera menutup pintu apartemennya saat itu.
“Hh …” Tony menggelengkan kepala untuk kemudian berjalan dan hendak mengetuk pintu yang lainnya yang belum di cek oleh teman-temannya di sana. Robert berjalan untuk berdiri tepat di belakang Tony yang kemudian ia hendak mengetuk pintu tersebut. Namun, secara bersamaan pintu itu pun terbuka dan memperlihatkan seorang anak muda yang kala itu mengenakan kacamata tebalnya dan kemudian berucap,
“Apakah kalian datang karena wanita itu?!” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh anak itu, membuat Robert kini menoleh menatap ke arah Tony yang kini terkejut mendengarnya, merasa terkejut ketika mereka mendapatkan saksi mata yang lain di saat yang bersamaan.
“Yeah! Kami ingin mengkonfirmasi mengenai kesaksian dari saksi mata, apakah kau juga melihat keempat anak kecil melompat dari apartemen ini?!” sebuah pertanyaan yang dilontrakan oleh Tony pada saat itu pun membuat dahi sang remaja kini berkerut seraya berkata,
“Melompat? Aku tidak melihat ada yang melompat saat itu! Tapi aku melihat tingkah aneh perempuan apartemen seberang sana melalui CCTV yang aku pasang! Dan aku pikir ini akan menjadi barang buktinya!” ucap sang remaja yang kemudian membuat Tony pun menghembuskan napasnya dan kemudian segera melaporkan hal ini kepada sang kapten.
“Kapten! Kami memiliki seseorang saksi mata lainnya dan juga rekaman yang ia miliki, segera lah kemari dan mari kita lihat bersama-sama!” ucap Tony kepada sang kapten yang kemudian membuat Robert pun berucap,
“Apakah kau bisa memutar ulang rekaman itu kepada kami, eum … siapa namamu?” tanya Robert kepada sang remaja yang kini berucap,
“Billie! Namaku Billie!” jawab Billie kepada Robert yang membuat Robert mengangguk dna berucap,
“Siap kah rekamannya agar kapten kami juga bisa menyaksikannya bersama-sama!” ucap Robert, dan membuat Billie kini menganggukkan kepala dan segera mengaktifkan Televisi miliknya dan menghubungkan TV tersebut dengan CCTV yang ia pasang saat itu.
Dahi Tony kini mengerut ketika ia menyadari bahwa kenapa anak remaja bisa berada apartemen usang ini dan memasang CCTV? Seharusnya anak itu bisa saja membeli Apartemen yang lebih bagus di timbang tinggal di apartemen tua itu.
“Ngomong-ngomong … kenapa kau berada di apartemen ini, Billie? Seharusnya orang seumuran denganmu memilih untuk tinggal di apartemen yang lebih layak dari ini!” ucap Tony kepada Billie yang kini tersenyum dan kemudian berucap,
“Tentu saja aku mau! Tapi ibuku memintaku untuk mengawasi kakekku, jadi mau tidak mau aku tinggal di apartemen samping kamarnya!” itu lah jawaban yang di lontarkan oleh Billie saat itu,
“Ah! Itu sebabnya kau memasang CCTV?” tanya Robert yang segera membuat Billie menganggukkan kepalanya lagi,
“Tentu! Aku sengaja memasangnya di lorong depan dan di luar agar setidaknya aku bisa menjaga kakekku yang memiliki kebiasaan berjalan sambil tidur di sana!” jelas Billie lagi, yang membuat keduanya semakin percaya jika Billie memasang CCTV itu tidak digunakan untuk hal jahat.
“Kau sudah meminta idzin kepada para tetangga untuk merekam aktifitas mereka semua kan?” sebuah pertanyaan yang kini dilontarkan oleh sang kapten yang baru saja datang ke dalam ruangan itu pun membuat Billie yang melihat kedatangannya kini segera menganggukkan kepala dan berucap,
“Tentu! Mereka merasa lebih aman karenanya!” ucap Billie kepada sang kapten yang kini membuka helm yang ia kenakan seraya menghembuskan napasnya dan mengedikkan kepala untuk akhirnya berucap,
“Jadi … apa yang akan kita lihat?!” tanya kapten Erik, yang kemudian membuat Billie pun mengangguk menyadarinya dan segera memutarkan rekaman CCTV yang kala itu memperlihatkan kejadian yang sebenarnya di sana.
…
To Be Continue.