Menyakitkan

2130 Kata

"Amira…" Andre memanggil sambil mengetuk pintu berulang kali. Pintu kamar Amira terkunci dari dalam. Mungkin saat ini Amira sedang menangis mengetahui kenyataan pahit yang ia terima. Amira masih tak menyangka, sahabatnya sejak lama, tega melakukan hal-hal jahat kepadanya. "Amira… Sayang… Buka dulu pintunya! Mas mau bicara!" Ucap Andre sambil terus mengetuk pintu kamar mereka. Amira tetap tak menjawab. Suasana kamar terasa hening seperti tidak ada penghuninya. "Amira… Aku mohon sayang, buka dulu pintunya, biar aku jelaskan semua. Aku minta maaf karena kemarin tidak mau mendengarkan penjelasan kamu. Aku menyesal Amira. Tolong, maafkan aku! Jangan seperti ini sayang!" Andre meracau. Amira masih terdiam. Menangisi kebodohannya selama ini karena telah dibohongi oleh Rachel dan juga Andre.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN