Pertempuran Panas

1890 Kata

Pagi ini Amira sengaja untuk tidak keluar kamar. Ia akan keluar kamar jika Andre sudah berangkat bekerja. Ia tak ingin mendapatkan banyak pertanyaan-pertanyaan konyol dari Andre. Pasti Andre akan terus membahas masalah kemarin. Amira hanya mondar-mandir, kadang sesekali duduk di sofa sambil bermain handphone. Sebenarnya dirinya sangat lapar, namun apa boleh buat ia harus menahannya sebentar sampai Andre sudah tidak ada di rumah. Namun, ia dikagetkan oleh suara ketukan pintu. Tok..tok..tok.. "Amira.." Amira semakin terlonjak saat mendengar suara yang memanggilnya. "Astaga, mau ngapain dia kesini?" Amira semakin gugup dan tak tenang. "Amira, buka pintunya!" teriak Andre sambil mencoba membuka pintu namun tak bisa karena pintunya dikunci oleh Amira. Amira semakin panik melihat gagang p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN