Matahari sudah menjulang tinggi. Namun, Andre dan Amira masih nyaman bergulung di bawah selimut. Setelah peraduan panas mereka semalam, berat sekali rasanya hanya sekedar untuk berdiri. Andre bahkan masih setia memeluk erat tubuh Amira yang tanpa busana. "Andre, lepaskan! Aku ingin ke kamar mandi!" Pinta Amira mencoba melepaskan tangan Andre yang melingkar di perutnya. Bukan melepaskannya, Andre malah lebih mengeratkan pelukannya dan tak menggubris ucapan Amira. "Andre, lepaskan! Aku pengen pipis!" ucap Amira dan berusaha melepaskan tangan Andre. "Iya-iya. Habis dari kamar mandi kesini lagi ya!?" Pinta Andre. Amira pun membuka selimut, ia beranjak dari tempat tidur. Tubuhnya sangat pegal karena ulah Andre semalam. Saat melangkahkan kakinya tiba-tiba Amira merasakan nyeri yang amat san

