Buru-buru Amira menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Jantungnya berdetak sangat kencang. Masih tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Tega-teganya Rachel dan ayahnya berbuat sedemikian jahat kepada keluarganya. Lamunan Amira buyar saat handphonenya berdering. Cepat-cepat Amira mengangkat panggilan masuk tersebut yang rupanya dari sang suami. "Hallo, assalamualaikum, Mas." Ucap Amira dengan napas terengah-engah ketika panggilan telepon sudah tersambung. "Waalaikumsalam. Tumben jam segini kamu belum tidur, sayang? Lalu, ada apa dengan suara kamu? Seperti habis dikejar hantu saja." Ucap Andre. "Ini lebih gawat dari habis dikejar hantu Mas!" Ucap Amira yang sudah duduk diatas ranjang. "Ada apa memangnya? Apa ada masalah?" "Gini Mas, tadi kan aku hendak ke bawa

