Hampir tidak ada kabar dari Sam. Adi sendiri juga terlalu sibuk sehingga tidak sempat menghubungi Sam. Atau, lebih tepatnya, ia menyibukkan diri, berusaha melupakan Sam. Namun, semakin ingin dilupakan, kerinduannya kepada Samantha semakin menjadi-jadi. Tanpa Sam, hidupnya terasa kurang. Adi meraih ponselnya bermaksud menelepon, namun lagi-lagi diurungkan niatnya. Ia menaruh ponselnya, kembali menyibukkan diri di depan komputer dan kertas-kertas laporan. Trrrllllt... kali ini ponselnya berbunyi. Dari nomor tak dikenal. “Halo? Dengan Adi Santoso?” tanya suara di seberang sana. “Ya, betul. Dengan siapa ini?” balas Adi. “Saya staf panitia lomba Metro Millenia dari Penerbit Gress Pena. Naskah Bapak berjudul Our Home, b

