Tempat di sekapnya Yura bisa saja aman tanpa seorang pun yang mengetahuinya apalagi sampai polisi tau dan tentunya tempat ini sangat jauh dari perkotaan. Jadi mereka tidak bisa melacaknya. "Kenapa mainnya nyulik sih." "Terserah aku." Fariz yang baru datang membawa makanan dan minuman tersenyum melihat gadis yang dulu pernah menjadi miliknya. "Kamu makan dulu gih, aku gak mau junior kita kekurangan gizi." Tentunya Yura mengernyitkan dahinya."Semalam kita gak ada ngelakuin apa-apa jangan berharap lebih, kamu samanya aja seperti Deren." "Oh, mantan kamu yang satu itu." "Ya." Yura lapar tapi ia tahan karena pasti ada sesuatu di makanan dan minuman ini, mungkin siapa tau dia bisa aja pingsan atau gak dia bisa aja langsung meninggal. "Kalau lapar itu di makan jangan diliatin." Fariz

