Part 42. Rinka dan Saran Gilanya

1357 Kata

Pukul tujuh pagi, Gibran mendatangi rumah calon istrinya. Ketika dirinya sampai di teras depan, ia merasa cukup bingung karena tidak mendapati adanya J1 atau pun J2 di depan pintu. Menurut yang ia tahu, bisanya para pengawal senantiasa berjaga di depan pintu rumah kliennya. "Mungkin mereka lagi sarapan di dalam. Atau mungkin berjaga di depan pintu lama-lama jadi capek dan pengen ngopi sambil makan gorengan di dapur?" Gibran tampak menebak-nebak. Daripada penasaran, ia putuskan untuk langsung masuk saja. Tapi sayangnya pintu rumah kekasihnya itu masih terkunci. "Ay." Tok ... tok ... tok ... "Buka pintunya, Ay. Ini aku!" kata Gibran dengan suara agak sedikit keras. Beberapa detik kemudian, pintu pun terbuka. Tampak Lara sudah rapi dengan seragam batiknya. "Lho, Mas, tumben pagi-pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN