DUA PULUH EMPAT

1072 Kata

Rani terbelalak kaget melihat Fara melayangkan tangannya ke pipi Livia. Ia tidak mampu berkutik. Seluruh persendiannya kaku. Menantu yang tak pernah dianggap mengamuk mengeluarkan tanduknya. Fara kemudian mencengkram pipi Livia dengan sebelah tangannya. "Dengar, jalang! Suatu hari nanti, kupastikan kau membayar perbuatanmu. Sekarang silahkan angkat kaki dari rumahku selagi aku masih berbaik hati." Ia melepaskan tangannya dengan kasar dan mundur beberapa langkah, menantang kedua pasang mata yang menampilkan ekspresi berbeda. "Apa perlu aku tunjukkan dimana pintu keluar?" Lanjutnya sambil menunjuk ke arah pintu dengan dagunya. Tangannya bersedekap dan punggungnya menempel di pegangan tangga. Ketika akhirnya duo ratu drama itu pergi, Fara terduduk memegang dadanya. Rona di wajahnya surut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN