bc

Sang Penggoda

book_age18+
11
IKUTI
1K
BACA
boss
drama
bxg
city
like
intro-logo
Uraian

Grizelle si ratu party datang mengunjungi cara sahabatnya, Andrik. Dia wanita percaya diri yang tidak mudah didekati lelaki. Tetapi, jika ada lelaki yang menarik perhatiannya, Griz tidak malu untuk mengejar. Malam ini, Griz sedang berusaha mendekati targetnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
1-Hidup untuk Party
"Party bakal mulai kalau seseorang yang gue tunggu dateng!" "Yah!" "Nggak seru!" Lelaki dengan rambut sebahu berwarna kemerahan itu menggerakkan tangan mendengar protes teman-temannya. Namun, dari wajahnya tidak terlihat ada penyesalan. "Tenang dulu. Nikmati waktu. Nggak usah buru-buru." "Lama!" seru beberapa pengunjung. "Tenang." Kedua tangan lelaki itu terangkat ke atas. Dia tahu mereka sudah tidak sabar untuk bersenang-senang. Namun, dia tidak boleh melupakan satu orang yang paling penting dalam acara malam ini. Brak.... Tiba-tiba suara pintu terbuka, membuat orang-orang yang sebelumnya protes itu seketika terdiam dan menatap ke sumber suara. Di sana, ada seorang wanita dengan rambut digerai dengan makeup bold. Wanita itu memakai crop top berwarna hitam yang ditutup dengan mantel berwarna cokelat sepanjang setengah paha. Bagian bawah, dia memakai rok span berwarna hitam mengkilat. Satu lagi yang tampak menarik perhatian, sepatu boat yang panjangnya di bawah lutut berwarna cokelat dengan heels dua belas centi. Wanita itu adalah Grizzelle, sering dipanggil dengan Griz. Wanita cantik dengan tinggi badan 170 centi itu suka dengan party. Gayanya yang fashionable dengan ciri khas wajahnya yang sedikit dingin menjadi daya pesona tersendiri. Banyak lelaki yang berusaha mendekati, tapi banyak pula yang menyerah. Griz berasal dari keluarga berada dan wanita itu termasuk pilih-pilih pasangan. "Kalian nggak boleh ngelewatin party tanpa gue!" Griz mengibaskan rambut kemudian melangkah masuk. "Grizelle!" Beberapa pengunjung berteriak memanggil wanita cantik itu. Griz melangkah dengan mantap kemudian merebut mikrofon dari tangan lelaki berambut kemerahan itu. Pandangannya tertuju ke pengunjung yang terlihat antusias. "Party!" Dia berteriak kencang. "Dimulai!" "Yeah!" Para pengunjung mengambil gelas mereka dan bersulang. Tangan Griz terangkat kemudian dengan sendirinya ada yang menempelkan gelas. "Thank you!" ujarnya tanpa menatap lawan bicaranya. Dia menyeruput minuman berwarna merah pekat itu kemudian mengangkatnya tinggi-tinggi. "Have fun, Guys." "Gue khawatir lo nggak dateng." Pandangan Griz tertuju Andrik si pemilik acara. Dia merapikan rambutnya kemudian mengangkat gelas. "Gue nggak mungkin ingkar janji." Andrik mengambil gelasnya sendiri kemudian mendekatkan ke Griz. "Bersulang." "Hmm...." Griz menyeruput minumannya sambil mengedarkan pandang. Ruang VIP itu terlihat padat oleh tamu dan pengunjung setia. Griz mendadak gerah. Dia melepas mantelnya kemudian melemparnya begitu saja. Sudut bibir Andrik tertarik ke atas. "Lo habis dari mana?" "Korea," jawab Griz singkat. "Bahkan gue belum sempet balik ke rumah." "Gue tersanjung...." Andrik mendekat hendak mengusap puncak kepala Griz, tapi wanita itu langsung bergeser. Griz menahan tawa melihat Andrik yang terlihat malu. Dia membuang pandang melihat orang-orang telah asyik sendiri. Lantas dia berbalik, mendapati Andrik yang diam-diam memperhatikannya. Griz tersenyum samar kemudian mendekati lelaki itu. Andrik memperhatikan setiap gerak-gerik Griz. Hingga wanita itu menyentuh tangannya. Dia hendak membalas tangan lembut itu, tapi ada sesuatu yang dingin menghalangi. "Thanks!" Griz menyerahkan gelasnya ke Andrik. Dia lantas turun dari panggung dan berjalan mantap menuju pintu. "Griz. Mau gabung?" "Sini, Griz!" Griz tidak menghiraukan ajakan itu. Pandangannya terarah ke depan dengan dagu terangkat. Hingga dia sampai di depan pintu dan pergi begitu saja. Pandangan Andrik masih tertuju ke Griz. Dia tersenyum, senang karena wanita itu mau datang meski hanya beberapa menit. Kemudian dia mengedarkan pandang, melihat mantel cokelat yang tadi dilempar Griz. Bagi wanita itu, melempar mantel jutaan tidak masalah. Andrik yakin, bahkan Griz lupa meninggalkan mantelnya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
19.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.2K
bc

Kali kedua

read
219.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.7K
bc

TERNODA

read
200.4K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
79.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook