Nanda terkejut dan berkata dengan curiga di dalam hatinya, "Serius? Jadi, wanita tadi tidak berbohong? Aku dulu orang berada?”
Clara mencoba untuk menenangkan dirinya, tapi napasnya sedikit tersendat. Dengan usaha keras, Clara mencoba menunjukkan sebuah senyum profesional.
“Selamat datang, Pak! Mohon maaf atas pelayanan keamanan kami yang buruk! Saya akan memastikan karyawan kami yang telah menyinggung Anda ini mendapatkan hukuman yang sepantasnya!”
Di samping Clara, wajah penjaga keamanan sekejap memucat.
Tang!
Tongkat di tangan penjaga keamanan itu jatuh ke tanah. Lalu, pria itu membelalak dan menatap Nanda dengan terkejut. Dia membungkuk dengan cepat, “S-selamat datang, Pak! S-saya ….”
Meskipun hanya seorang penjaga keamanan, tapi pria itu juga tahu apa maksud sebenarnya dari nasabah kartu berlian. Menghentikan seorang nasabah dengan tingkat yang begitu tinggi, kemungkinan besar dia akan kehilangan pekerjaannya! Tak hanya itu, bisa-bisa dia diberikan hukuman dengan harus membayar ganti rugi karena menyinggung nasabah kartu berlian!
Clara melirik tajam penjaga keamanan tersebut. Namun, dia tahu kalau pelanggan di hadapannya tak mau berurusan panjang lebar dengan seorang penjaga keamanan. Oleh karena itu, dia tersenyum dan berkata, "Silakan Bapak ikut dengan saya! Saya secara pribadi akan melayani Anda!"
Nanda sedikit menundukkan kepala, sedikit sungkan dengan perlakuan Clara. Dia pun mengikuti wanita itu dengan kebingungan bercampur keterkejutan. Lebih kaget lagi dirinya ketika Clara mempersilakannya untuk duduk di kursi VIP!
Semua yang awalnya menertawakan Nanda, kini diam tak berkutik.
Nanda sedang duduk di atas sofa yang sangat nyaman. Di depannya, Clara menyerahkan sebuah tablet dan berkata, "Silakan masukkan kata sandi Anda, dan Anda dapat memeriksa saldo kartu bank Anda!"
Nanda menghela napas, lalu memasukkan kata sandi berupa ulang tahunnya, sesuai dengan ucapan wanita di lokasi konstruksi tadi. Kemudian, layar tablet di depan wajahnya sedikit berubah, dan serangkaian angka panjang tercetak di depan matanya!
Di layar yang ada di hadapan Nanda sekarang, terdapat serangkaian angka yang begitu panjang. Angka pertama adalah 24, lalu diikuti dengan sebelas jumlah angka nol!
“Satu, empat, delapan, sebelas!” Mata Nanda terbelalak. “2,4 triliun?!” Pria itu mendesis dengan tidak percaya. Dia yang terduduk langsung menjatuhkan punggungnya pada sandaran sofa. “Ini gila,” batinnya dalam hati.
Sebelumnya, Nanda harus kerja mati-matian mengangkat semen dari satu truk besar untuk gaji sebesar delapan ratus ribu. Sekarang, tiba-tiba muncul dua triliun lebih di bawah namanya. Hal tersebut tentu saja membuatnya tercengang.
"Pak, sebenarnya Anda tidak peduli dengan saldo di kartu Anda. Bank kami memberikan hak yang sangat tinggi untuk nasabah kartu berlian. Dengan kartu berlian, Anda dapat memobilisasi dana yang cukup di bank,” Clara mengingatkan.
Namun, tentu saja ucapan Clara sama sekali tidak ditanggapi Nanda. Lagi pula, dengan uang yang sekarang dia miliki saja, Nanda sudah sangat terkejut. Ini adalah jumlah yang luar biasa!
Nanda membatin di dalam hatinya, "Kartu ini asli, jadi wanita itu tidak berbohong padaku. Aku dulunya adalah anggota bangsawan yang memiliki posisi yang sangat kuat! Aku punya kekayaan yang tak terhitung jumlahnya!" dia mengerutkan kening.
“Selain itu, dia berkata kepemilikanku tidak hanya sekadar ini saja, bukan?” dia sulit untuk percaya.
Tiba-tiba, Nanda teringat satu hal yang sangat memuaskan. Sebuah seringai terlukis di wajahnya yang tampan.
“Claudia meninggalkanku karena uang, dia dan ibunya bahkan mengambil rumah yang telah susah payah aku beli dengan gaji rendah tersebut.” Nanda mengangkat alis kanannya, seakan merendahkan Martha dan Claudia.
“Mereka mendekati pria kaya untuk bisa hidup enak dan hanya untuk dimanfaatkan.” Hati Nanda merasa sangat puas. “Kalau mereka tahu identitasku yang sebenarnya, ekspresi macam apa yang akan mereka tunjukkan padaku?”
***
Tanpa menunggu kedatangan kepala cabang Bank Platina, Nanda memutuskan pergi dari sana. Dia tidak bisa menarik uang sebelum permintaannya disetujui oleh direktur tertinggi bank Platina pusat.
Sebelum pergi, Clara mengatakan kepadanya bahwa di Kota JC, Nanda dapat meneleponnya untuk apa saja. Entah itu keperluan bank, maupun di luar tersebut. Hal tersebut karena nasabah tingkat berlian akan dilayani sepenuhnya.
Baru sampai di luar pintu bank, Claudia dan Levy menggeber knalpot mobil sport Ducati FX merah di depan, sengaja untuk mengejek Nanda.
“Sekarang, waktunya mengembalikan ingatanmu, kamu harus pergi ke ruangan rahasia Daidalos di ujung kota S, nanti akan kukirim share lokasinya.”
Tanpa memperdulikan Claudia, Nanda pergi menuju tempat yang dikatakan Mila, seorang diri.
Menyewa taksi di sekitar pemukiman mewah Bank Platina, yang ada malah Nanda kembali diremehkan. Untuk itu, dia menelepon Melvin, asisten pribadi sekaligus ajudannya di Daidalos.
“Boleh kirim nomor Melvin? Aku tidak tahan selalu diremehkan seperti ini. Aku tidak ada kendaraan untuk pergi ke kota S.”
“Apapun, selama itu bisa membantu Anda,” jawab Mila, segan.
Tak berselang lama, Melvin datang mengendarai mobil Mustang lawas, lalu mereka berangkat ke tempat perjanjian.
Mila berdiri menyambut Nanda, bersama seorang dokter pria agak tua. Perutnya buncit dan rambutnya klimis. Dari pakaian dan cara dia menatap, pria itu yakin kalau Nanda bisa disembuhkan dengan mudah.
“Perkenalkan, saya Dokter Joyce. Saya diamanati Tuan Besar Davin untuk menyembuhkan ingatan Anda. Saya harap, Anda bisa diajak kerjasama dalam menjalani terapi agar prosesinya berjalan cepat dan Anda segera bisa mengingat masa lalu Anda sebagai Legume Magician.”
“Tapi, ini tidak menyakitkan, kan?” tanya Nanda.
“Tenang saja, Tuan, saya hanya merangsang alam bawah sadar Anda, tanpa harus pakai jarum suntik, bius, atau akupuntur yang menyakitkan. Terapi ini juga tidak membutuhkan operasi. Hanya saja, prosesnya memakan waktu yang cukup lama.”
“Tolong lakukan yang terbaik, Dok.” Melvin memelas. “Saya merasa kehilangan sejak Tuan Muda menghilang tiga tahun lalu. Saya harap, terapi yang akan Anda lakukan, memiliki presentase di atas tujuh puluh persen. Saya sangat berharap Tuan Muda bisa segera pulih dan membantu saya mengurus bisnis Daidalos di negeri ini.”
“Masalah presentase, aku tidak bisa menjamin. Mungkin, presentasinya fifty-fifty. Jika Tuan Muda memiliki tekad dan kemauan keras untuk mengembalikan ingatannya, mungkin presentasenya bisa naik sampai delapan puluh persen. Kita coba lihat saja nanti...”
Dokter Joyce dan Nanda masuk ke dalam ruang terapi, sementara Mila dan Melvin menunggu di luar. Harap-harap cemas menyelimuti lorong sepi itu. Antara Mila dan Melvin, tidak satu pun sempat membuka ponsel karena terlampau khawatir.
Di dalam ruangan, Dokter Joyce mulai menanyai Nanda seputar pertanyaan-pertanyaan receh. Tentang logika filsafat, alur pemikiran Nanda, hingga bertanya tentang kehidupan masa lalu Nanda.
Perlahan namun pasti, Dokter Joyce mulai masuk ke alam bawah sadar Nanda hingga akhirnya dia tersenyum saat melihat Nanda merintih kesakitan.