"Ahahah ... terima kasih." Revalia tertawa canggung sembari membalas uluran tangan Keysha sembari melirik ke kanan dan ke kiri, berharap tak ada yang memperhatikan pembicaraannya. "Lo tanya aja sendiri sama orang yang lo gelari the most wanted itu." Revalia ikut berbisik dan mengembuskan napas setelah ucapannya tergenapi. "Gue pun enggak nyangka, kalau pas si Janatra itu jemput gue di rumah sakit waktu itu, dia juga sekalian membicarakan acara ini dengan mami."Revalia melanjutkan setelah jabatan tangan mereka terlepas. Dia duduk di samping Keysha yang mendadak kaku mendengar perkataannya. "Oh ya?” Keysha bagai tak memiliki stok kata yang baik untuk menanggapi kalimat sang sahabat yang mungkin saja sekarang hatinya menjerit, meneriakkan lara dan mengatakan jika prakiraan Keysha pada Janat

