BAB 47

2918 Kata

LEGAL   “Tiap lembar yang kosong mulai diisi dengan tinta. Celah demi celah yang menciptakan renggang pemisah perlahan disatukan.” —Anindita Maheswari—   ***   Anin melebarkan matanya begitu kotak berpita berukuran sedang dan dua paper bag disodorkan oleh laki-laki berjas hitam ke hadapannya. Sosok berpakaian formal itu terlihat berbeda dari sebelumnya. Terutama untuk soal perilaku dan nada bicara, dikarenakan sering berubah-ubah, Anin jadi kesulitan untuk menebak. Anin yang berdiri di pintu dalam keadaan belum mengerti tentu saja bergeming, sementara pemuda tinggi itu berdehem dengan gaya cool andalannya. Mendengar deheman singkatnya saja jantung Anin berdetak tanpa mengikuti aturan, seolah tahu bahwa pemiliknya sedang berdiri di hadapan. Pemuda itu menjangkau sebelah tangan Anin.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN