Sejak pesan Fajar tempo hari, Zanna masih sering mendapat pesan lain dari masnya, tetapi ia masih enggan membalas. Tidak hanya itu, beberapa kali Fajar mencoba menghubungi nomornya, Zanna tidak mau mengangkat. Ia tahan semua rindu dalam d**a, walau rindu itu kian lama kian memberontak. Hingga akhirnya ia tak kuat. Ia menangis mengetikkan sebuah balasan yang teramat pilu. Mas Fajar tersayang. Kamu tahu bagaimana perasaanku padamu, kan? Aku juga tahu sedikit banyak perasaanmu kepadaku. Aku tidak sanggup bila harus terus begini, aku sangat rindu padamu, Mas. Andai kamu tahu, jarak ternyata tidak dapat melupakan rasa cintaku padamu. Tak semudah itu cinta dan rindu hilang. –Zanna. Setelah pesan itu terkirim dan dibaca oleh Fajar, Zanna segera beristighfar. Ia merasa berdosa sekali. Ia salah

