Weekend adalah hal luar biasa yang Zanna dan Lintang miliki. Mereka bisa berlibur selama dua hari tanpa harus bertengkar dengan kemacetan dan waktu. Kini mereka pergi ke Ancol untuk melihat indahnya sunset. Sejenak, Zanna melupakan penatnya kehidupan tentang cinta. Menutup luka yang pernah menganga dengan senyum bahagia bersama Lintang. Tanpa Lintang dia tidak akan setegar ini. Tanpa Tuhan yang telah mengasihi dan menyayanginya, ia tidak akan pernah lagi mengenal kata bahagia. Hidupnya pasti sudah pesimis. “Bunda!” Lintang berlari di atas pasir putih. “Kejar aku Bunda!” teriaknya lagi. Beberapa orang melihat kelucuan anak itu, ada pula yang terheran melihat Zanna yang terlalu muda untuk di panggil Bunda oleh anak berwajah blasteran itu. Sebagian dari mereka mungkin berpikir bahwa Zanna

