Pukul delapan malam, Bianca dan Dewa sedang berada di ruang tengah rumah mereka setelah tadi makan malam bersama. Bianca duduk di sofa bed dengan kaki yang diluruskan sedangkan Dewa disampingnya dengan kaki yang juga diluruskan dan memangku laptop. Ia sedang memeriksa beberapa email yang masuk. Bianca melirik suaminya yang nampak serius menatap laptop bahkan tayangan di tv tak menarik perhatiannya. Jujur saja setelah Bianca menemukan map berisi proposal taaruf itu ia menjadi tak tenang seperti ada yang mengganjal dalam hatinya. Pikirannya selalu menghubung-hubungkan hal tersebut dengan apa yang diucapkan Edo. Karena ia sangat yakin dengan apa yang ia dengar saat itu, tak mungkin salah—Dewa menyukai Mayra. Walaupun ia sudah mengkonfirmasi hal tersebut pada suaminya yang mengatakan kalau ha

