Kemudian Dewa terlihat mengusap wajahnya dengan kedua tangan lalu menganggukkan kepala. “Ya, kamu benar. Apa yang kamu bilang barusan benar” Deg! Jantung Bianca yang sejak tadi berdetak di atas normal terus berdetak liar. Hatinya seperti ditusuk oleh benda tajam saat mendengar jawaban Dewa. Matanya masih terus menatap suaminya dengan air mata yang terus turun menganak sungai di pipi. Bianca tidak tahu apakah suaminya sedang bercanda atau tidak dengannya saat ini tetapi yang ia lihat melalui matanya, Bianca melihat kejujuran, penyesalan dan kesedihan di sana. “Kamu harus dengerin penjelasan mas dulu” Dewa kembali berusaha menyentuh Bianca namun wanita itu langsung menepis tangan suaminya “Siapa wanita itu?” Mendengar pertanyaan Bianca membuat Dewa tak sanggup untuk menjawabnya. Apa ia h

