Tiga Puluh Satu

1100 Kata

Sekar menyarankanku agar sering membawa Putik bermain ke taman - taman terdekat. Masalahnya, Putik tidak mau pergi tanpa Sekar. Tidak mau pulang tanpa Sekar. Tidak mau makan tanpa Sekar. Tidak mau tidur tanpa Sekar juga. Bahkan mandi, dia hanya ingin Sekar yang memandikannya. Banyak mau, bayi gendutku ini memang. Sekar sampai tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Bahkan sekedar ke salon. Seperti pagi ini, pulang dari dinas malam, Sekar memilih menemui Putik dari pada mengistirahatkan tubuhnya. "Maaf ya, Dok. Putik membuatmu kerepotan." Sekar menggendong Putik yang baru saja dimandikannya. Bayi gendutku itu menepuk - nepuk pipi Sekar, meminta perhatian. "Santai aja, Bang. Aku juga seneng kok direpotin si gendut ini." Jawab Sekar sambil menghujani wajah Putik dengan ciuman. Anakku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN