Aku menghampiri Igor yang sedang sibuk memereteli motor trail. Kutepuk bahunya dan menyalakan rokok, lalu mengambil kursi plastik sambil memperhatikannya. "Udah ada telepon lagi dari pengacara Trinity?" Tanya Igor, aku menggeleng. Kuhisap dalam - dalam rokok mild yang menjaga kewarasanku beberapa hari belakangan, menghembuskan asapnya dan memperhatikannya tertiup angin dari arah berlawanan. "Rio kemana?" Aku tidak melihat Rio lagi sejak dia mengantarkan amplop yang berisi surat gugatan cerai Trinity. "Ubud, sama ceweknya. Oh ya, Said kayaknya mau balik ke Jawa. Tadi pagi dapat telepon, ibunya masuk rumah sakit." "Sakit apa?" "Kurang tahu juga, nanti dia ngomong sama lo. Sekarang lagi ke Krishna, mau beliin oleh - oleh untuk dibawa pulang." Aku mengangguk - angguk mendengar informasi

