Sebelumnya, Jingga selalu menghindariku, tapi sekarang situasinya berbeda. Dia tampak tidak ingin berpisah dariku, dengan syarat aku tidak boleh menggunakan wewangian. Baiklah, aku akan menunda penggunaan parfum untuk sementara. Lihatlah Jingga, dia sekarang sedang bergelayut manja dan terus menggodaku. “Sayang.” “Hm?” sahutnya. “Kamu nggak lupa ‘kan tadi dokternya bilang apa? Untuk sementara, apa tidak sebaiknya kita tahan dulu?” “Memang bisa?” Oh, ya ampun, kalau ditanya begini jujur saja jawabannya tidak. Bagaimana bisa menahan hasrat pada wanita yang aku cintai, pasangan halalku, yang saat ini tengah menggodaku pula. “Kok nggak jawab? Kakak bisa tahan? Dokter bilang ‘kan tetap boleh hanya intensitasnya saja yang dikurangi. Toh, kita sudah—” Aku menyumpal mulutnya dengan lumatan

